UNM Perguruan Tinggi Unggul Hingga 2027

‎MAKASSAR, BKM–Memasuki usia ke-64 tahun, Universitas Negeri Makassar (UNM) kian menegaskan eksistensinya sebagai kampus transformator. Dalam puncak Dies Natalis yang digelar di Lecture Theatre Menara Pinisi, Sabtu (2/8), Rektor UNM Prof Karta Jayadi memaparkan pencapaian institusi sekaligus arah kebijakan strategis ke depan.
‎‎”Dengan 161 profesor aktif, UNM menegaskan pentingnya kontribusi nyata para guru besar. Bukan sekadar nama dalam daftar,” ungkap Prof Karta dalam pidato reflektifnya di hadapan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof Abdul Mu’ti dan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, serta civitas akademika UNM.
‎‎UNM kini menyandang status akreditasi institusi unggul hingga 2027. Dari 126 program studi, 59 terakreditasi unggul, sementara 11 program studi S1 telah meraih akreditasi internasional dari ASIIN Jerman. Di bidang SDM, UNM tercatat memiliki 1.874 dosen tetap dengan alokasi formasi PNS dan PPPK terbesar secara nasional pada 2024. Fakultas MIPA menjadi penyumbang guru besar terbanyak (45 orang), disusul Teknik (34), dan Bahasa dan Sastra (28).

‎‎Rektor juga menyoroti perlunya peningkatan kualitas riset dosen. Untuk itu, pihaknya mendorong produktivitas ilmiah melalui kebijakan insentif publikasi di jurnal bereputasi. Proses remunerasi kini terintegrasi lewat aplikasi SIM-LITMAS.‎
‎”Dosen wajib hadir di ruang akademik global, bukan hanya mengajar di kelas. Kami permudah akses insentif berbasis publikasi,” ujarnya.‎
‎Di bidang infrastruktur, UNM menargetkan pembangunan 200 ruang kelas baru dan memperkuat digitalisasi melalui pusat data di Menara Pinisi yang ditopang tujuh server fisik dan 204 layanan virtual.
‎‎Rektor juga menekankan pentingnya tracer study dan peran alumni dalam menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja. “Universitas bukan sekadar tempat belajar, tapi pabrik nilai, karakter, dan masa depan,” tuturnya.‎

‎Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof Abdul Mu’ti, mengapresiasi kontribusi UNM sebagai perguruan tinggi unggulan di Indonesia timur. Ia mendorong UNM mengambil peran lebih besar dalam transformasi pendidikan nasional, khususnya dalam peningkatan kompetensi guru, penguatan fasilitas belajar, dan literasi teknologi.
‎‎”Perguruan tinggi jangan hanya jadi objek kebijakan. UNM harus tampil sebagai subjek yang memberi dampak nyata,” katanya.
‎‎Pemerintah saat ini tengah menjalankan revitalisasi fasilitas pembelajaran di lebih dari 10.000 sekolah dengan dukungan anggaran Rp16,9 triliun. UNM disebut sebagai salah satu mitra pendamping program ini di Sulawesi Selatan.

‎‎Menteri Mu’ti juga menyinggung pentingnya program wajib belajar 13 tahun yang kini menyasar pendidikan anak usia dini. “Kami berharap UNM menjadi mitra pelatihan guru, termasuk guru TK dan BK,” harapnya.‎
‎Ia pun menutup sambutannya dengan pujian terhadap inovasi UNM di tengah keterbatasan. “Kalau kreatif karena banyak anggaran, itu biasa. Tapi kalau tetap inovatif dalam kondisi terbatas, itu luar biasa,” ujarnya.

‎‎Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyebut UNM sebagai mitra penting dalam penciptaan sumber daya unggul. Ia memuji lambang mahkota dalam logo UNM sebagai simbol kematangan intelektual.
‎‎”Sekarang bukan zamannya demo di jalanan. Mahasiswa harus menunjukkan intelektualitasnya melalui demokrasi digital,” ucapnya.
‎‎Gubernur juga memaparkan sejumlah program pendidikan provinsi, termasuk alokasi Rp230 miliar untuk perbaikan sekolah rusak berat, tambahan anggaran dari pusat, serta penguatan digitalisasi sekolah dan pemerintahan melalui WFA (Work From Anywhere).‎

‎Pemprov Sulsel bahkan menyiapkan sekolah olahraga bertaraf internasional, serta program penguatan dua bahasa asing di sekolah-sekolah, yakni Arab dan Inggris. “Kami harap UNM bisa mendampingi agar jadi program unggulan provinsi,” tambahnya.‎
‎Ia juga mendorong UNM membentuk Center of Education untuk memperkuat posisi Sulsel sebagai poros pendidikan kawasan timur. “Kami sudah relokasi anggaran rutin hingga Rp1 triliun demi masyarakat. Karena pendidikan bukan hanya soal gedung, tapi soal karakter dan masa depan,” jelasnya. (ita)

source