Unhas Fokus di AI, Riset Global, dan Hilirisasi Inovasi

MAKASSAR, BKM.COM– Universitas Hasanuddin (Unhas) memasuki fase baru dalam perjalanan menuju kampus berkelas dunia. Memasuki periode kepemimpinan kedua, Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa tidak hanya melakukan penyegaran struktur organisasi, tetapi juga merancang transformasi besar yang menyentuh hampir seluruh aspek penyelenggaraan perguruan tinggi, mulai dari tata kelola, digitalisasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), penguatan riset internasional, hingga hilirisasi inovasi.

Transformasi tersebut ditandai dengan pelantikan lima wakil rektor, sekretaris universitas, serta sejumlah pimpinan strategis di lingkungan Unhas untuk masa jabatan 2026–2030 di Makassar, Selasa (7/7). Jumlah wakil rektor kini bertambah menjadi lima orang sebagai konsekuensi atas semakin luasnya target dan ruang lingkup pengembangan universitas.

Dalam sambutannya, Prof JJ menegaskan bahwa periode kedua kepemimpinannya bukan sekadar melanjutkan program yang telah berjalan, melainkan meningkatkan standar pencapaian yang harus diraih Unhas dalam empat tahun ke depan.

“Saya percaya saudara akan menjalankan tugas sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan, ini bukan hanya pelantikan pejabat, tetapi awal dari fase baru Universitas Hasanuddin untuk melangkah lebih jauh. Banyak program yang sudah kita bangun pada periode pertama, tetapi empat tahun ternyata terlalu singkat untuk menyelesaikan seluruh cita-cita yang telah kita rancang, masih banyak pekerjaan yang sedang berjalan dan harus kita tuntaskan bersama,” ungkapnya.

Menurutnya, alasan mempertahankan sebagian besar pejabat lama bukan karena minim regenerasi, melainkan agar kesinambungan berbagai program strategis tetap terjaga. Ia mengatakan, kepemimpinan sebuah universitas membutuhkan konsistensi agar transformasi tidak berhenti di tengah jalan.

“Kepemimpinan selalu memiliki proses ‘refreshment’ ada yang berganti, ada yang tetap melanjutkan dalam periode kedua ini.Memang sebagian besar pejabat masih sama karena banyak program yang belum selesai. Kami tidak ingin setiap pergantian kepemimpinan justru memulai semuanya dari awal yang kita lakukan adalah mempercepat apa yang sudah dibangun agar hasilnya benar-benar dirasakan,” ujarnya.

Prof JJ menegaskan target yang dibebankan kepada seluruh pimpinan universitas kali ini jauh lebih besar dibanding periode sebelumnya. Ia mengaku sengaja melakukan perubahan struktur organisasi agar mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi yang terus berkembang. Menurutnya, Unhas tidak lagi cukup hanya menjadi perguruan tinggi terbaik di Indonesia Timur, tetapi harus mampu bersaing dengan universitas-universitas terbaik di dunia.

“Target kita sekarang berbeda, target kita semakin tinggi ini bukan karena rektornya ingin terlihat hebat atau ingin membuat target yang muluk-muluk, justru ini adalah tuntutan masyarakat. Kawasan Timur Indonesia harus mampu sejajar dengan kawasan lain Universitas Hasanuddin harus mengambil peran itu, kalau targetnya semakin tinggi, maka cara kerjanya juga harus berubah,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan membawa Unhas masuk jajaran World Class University pada periode pertama hanyalah langkah awal. Semakin tinggi posisi universitas dalam pemeringkatan internasional, tantangan yang dihadapi juga semakin besar.

“Dulu kita berjuang untuk bisa masuk pemeringkatan dunia, setelah berhasil masuk, tantangannya jauh lebih berat kurva pertumbuhan itu semakin ke atas semakin melandai. Hambatannya semakin besar, karena itu kita tidak mungkin memakai cara lama untuk mencapai target baru kita harus menggunakan strategi yang berbeda,” ucapnya.

Salah satu langkah paling besar yang dilakukan pada periode kedua adalah membentuk Lembaga Transformasi Digital dan Artificial Intelligence. Prof JJ menilai perkembangan AI telah mengubah hampir seluruh sendi kehidupan sehingga perguruan tinggi tidak boleh menjadi penonton. Menurutnya, Unhas harus berada di garis depan dalam mengembangkan sekaligus memanfaatkan teknologi tersebut.

“Kami sengaja meluncurkan lembaga transformasi digital dan artificial intelligence bersamaan dengan pelantikan ini, ini bukan sekadar menambah lembaga baru. Kami ingin menjadikan Unhas sebagai salah satu pusat data center di Indonesia Timur Artificial intelligence akan diterapkan di seluruh lini administrasi dan tridarma perguruan tinggi. Semua dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa harus memiliki literasi AI yang kuat,” tegasnya.

Ia mengatakan perkembangan AI bukan sesuatu yang dapat dihindari. Karena itu, universitas harus menjadi institusi yang pertama merespons perubahan tersebut. “Artificial intelligence bukan lagi pilihan ini adalah keniscayaan kalau Unhas takut terhadap perubahan, kita pasti akan tertinggal. Justru universitas harus menjadi pelopor dalam merespons, mengadopsi, sekaligus mengembangkan teknologi tersebut sehingga memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” katanya.

Perubahan besar lainnya terlihat dari restrukturisasi organisasi, Prof JJ mengatakan pembentukan berbagai lembaga baru merupakan kebutuhan agar target universitas dapat dicapai lebih cepat. Menurutnya, isu digitalisasi tidak mungkin hanya ditangani oleh sebuah direktorat kecil. Karena itu, posisinya dinaikkan menjadi lembaga strategis yang berada langsung di bawah koordinasi pimpinan universitas.

“Kalau transformasi digital hanya diurus oleh satu subdirektorat atau satu direktorat, saya yakin tidak akan berkembang maksimal. Karena itu kami naikkan menjadi lembaga tersendiri agar memiliki kewenangan yang lebih kuat, ini adalah bentuk keberanian Unhas untuk berubah,” ucapnya.

Selain itu, Unhas juga mulai membangun sejumlah Global Research Institute yang diharapkan menjadi pusat kolaborasi internasional. Prof JJ menjelaskan berbagai institut tersebut nantinya akan bergerak pada bidang-bidang strategis seperti Wallacea Research Institute, Global Peace and Transformation and Conflict Resolution, hingga Asian-China Center of Excellence. “Kita ingin memperbanyak international research institute kampus-kampus besar dunia sudah lama melakukannya ini bukan hanya soal mengejar peringkat dunia, tetapi bagaimana kita menarik lebih banyak kolaborasi internasional, memperbesar pendanaan riset dari luar negeri, dan memperkuat posisi Unhas sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan,” jelasnya.

Ia menambahkan, berbagai lembaga baru tersebut juga diharapkan membuka peluang pendanaan internasional sehingga tidak seluruh kebutuhan riset bergantung pada anggaran universitas. “Banyak sumber pendanaan global yang bisa kita akses melalui lembaga-lembaga tersebut jadi bukan sekadar membangun institusi baru, tetapi juga membangun ekosistem riset yang mampu bersaing di tingkat internasional,” katanya.

Ia mengajak seluruh sivitas akademika menjaga semangat perubahan. Ia mengingatkan bahwa seluruh capaian yang telah diraih Unhas harus menjadi pijakan untuk melompat lebih tinggi. “Prestasi yang sudah kita capai harus dijaga bahkan kalau bisa harus dikembangkan lebih jauh lagi, saya percaya dengan kerja sama seluruh sivitas akademika, alumni, pemerintah, mitra industri, dan masyarakat, Universitas Hasanuddin mampu mencapai target-target besar yang sudah kita tetapkan. Periode kedua ini bukan sekadar melanjutkan, tetapi mempercepat transformasi menuju universitas kelas dunia,” akunya.

Adapun pejabat yang dilantik Prof. Muhammad Ruslin, drg., M.Kes., Ph.D., Sp.B.M.Mf., Subsp.Ortognat.D sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Subehan, S.Si., M.Pharm.,Sc.,Ph.D, Apt sebagai Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Prasarana, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum. sebagai Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Pengembangan Talenta, dan Kesejahteraan, Prof. Ir. Suharman Hamzah, ST., MT., Ph.D., HSE sebagai Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Internasionalisasi, dan Kealumnian, Prof. Dr. Amir Ilyas, SH.,MH. sebagai Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha, Prof. Dr. Eng. Amiruddin, S.Si., M.Si. sebagai Sekretaris Universitas.
Sementara untuk jabatan dekan, Prof. Dr. Hamzah Halim, S.H., M.H., M.AP sebagai Dekan Fakultas Hukum, Prof. Dr. Phil. Sukri, S.IP., M.Si. sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Prof. Dr. Ir. Syahdar Baba, S.Pt., M.Si., IPU sebagai Dekan Fakultas Peternakan, Ansariadi, SKM.,M.Sc.PH.Ph.D sebagai Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, drg. Erni Marlina, Ph.D., Sp.PM., Subsp., Inf (K) sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Gigi, Irfan Sugianto, drg., M.Med.Ed., Ph.D., Sp.RKG sebagai Dekan Fakultas Vokasi, Prof. Sukri , SKM.,M.Kes., M.Sc.PH., Ph.D sebagai Dekan Sekolah Pascasarjana.
Sedangkan Prof. Dr. Syamsuddin, SE., Ak., M.Si., CA sebagai Ketua Satuan Pengawasan Internal, Prof. dr. Muh. Nasrum Massi, Ph.D.,Sp.MK sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Prof. Rini Rachmawaty, S.Kep.,Ns.,MN., Ph.D sebagai Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan, Prof. Dr. Eng. Ir. Muhammad Niswar, S.T., M.InfoTech. sebagai Ketua Lembaga Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial, Prof. Dr. Dahlang T., S.Si.,M.Si. sebagai Wakil Ketua Bidang Penelitian pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Prof. Ir. Muhammad Arsyad, SP., M.Si., Ph.D. sebagai Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Prof. Dr. Kasbawati, S.Si.,M.Si. sebagai Wakil Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan serta Prof. Dr. Eng. Adi Maulana, S.T., M.Phil. sebagai Direktur Eksekutif Global Research Institute.(ita)

source

Leave a Reply

News Feed