Pemkab Pinrang Siapkan Jalur Alternatif 14 Km

PINRANG, BKM — Bupati Pinrang HA Irwan Hamid meninjau kondisi jalan utama di Kecamatan Batulappa yang kini mengalami kerusakan cukup parah, Kamis (6/11). Jalur tersebut selama ini sudah menjadi urat nadi mobilitas warga dan diperlukan perbaikan sesegra mungkin.
Usai peninjauan Irwan segera mengambil langkah cepat dengan meninjau rencana pembangunan jalan alternatif sejauh 14 km yang akan menjadi solusi transportasi bagi masyarakat setempat. Menurut Irwan, perbaikan jalan utama kini belum bisa dilakukan karena jalur tersebut berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan–Jeneberang, mengingat letaknya yang sejajar dengan saluran induk irigasi.

“Kami memahami kondisi masyarakat Batulappa yang sangat bergantung pada akses jalan ini. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pinrang mengambil dua langkah, yakni membangun jalur alternatif sepanjang 14 kilometer dari Lome ke Tapporang, sambil terus berkoordinasi dengan pihak BBWS untuk perbaikan jalur utama,” ungkap Irwan.
Pemkab Pinrang terus menunjukkan komitmennya memastikan akses transportasi masyarakat tetap lancar sebagai penunjang utama roda perekonomian dan pelayanan dasar. Akses jalan yang baik dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi wilayah yang jauh dari pusat kota.
Dia menegaskan, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjamin konektivitas antarwilayah, agar roda ekonomi tetap berputar dan masyarakat dapat mengakses layanan dasar tanpa hambatan.

“Kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa beraktivitas dengan lancar — anak-anak tetap bisa ke sekolah, petani bisa mengangkut hasil panen, dan aktivitas ekonomi tetap berjalan. Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Pembangunan jalur alternatif ini juga diharapkan membuka akses baru antarwilayah yang dapat menggerakkan ekonomi lokal di sekitar Kecamatan Batulappa, sekaligus memperlancar arus distribusi barang dan jasa. Langkah cepat Pemerintah Kabupaten Pinrang ini menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar fisik, tetapi tentang memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat. (ady/C)

source