PINRANG, BKM — Pemkab Pinrang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor yang digelar di Aula Kantor Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A), Rabu (29/10). Rakor memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menangani berbagai persoalan sosial yang menyangkut perempuan dan anak.
Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Pinrang, dr. Ramli Yunus, menegaskan bahwa penanganan berbagai kasus yang melibatkan perempuan dan anak tidak dapat dilakukan secara parsial. Kegiatan tersebut menjadi wadah sinergi antarinstansi dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), anak berhadapan dengan hukum (ABH), serta perkawinan anak yang masih menjadi tantangan sosial di masyarakat.
“Isu-isu seperti kekerasan terhadap perempuan, anak, perdagangan orang, dan perkawinan anak tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu lembaga. Diperlukan kerja sama lintas sektor agar setiap kasus bisa ditangani cepat, tepat, dan berpihak pada korban,” ujar dr Ramli.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominfosandi) Kabupaten Pinrang, A. Haswidy Rustam menyoroti pentingnya peningkatan literasi digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, ruang digital kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, termasuk anak-anak. Karena itu, semua pihak memiliki tanggung jawab untuk menciptakan ruang digital yang aman dan edukatif.
“Tantangan kita hari ini adalah bagaimana menciptakan ruang digital yang aman bagi anak-anak. Edukasi digital harus diperkuat agar anak tidak menjadi korban dari kejahatan virtual yang semakin kompleks,” jelas Haswidy.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pinrang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat perlindungan sosial, memastikan setiap program benar-benar menyentuh masyarakat, serta membangun lingkungan yang aman, inklusif, dan berkeadilan bagi perempuan dan anak.
Rakor juga dihadiri Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Pinrang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan A. Macca, S.Sos., serta sejumlah pihak terkait lainnya. Dengan sinergi lintas sektor yang kuat, diharapkan masyarakat Pinrang dapat merasakan langsung manfaat dari layanan perlindungan yang responsif, cepat, dan berpihak pada korban. (ady/C)






