MAKASSAR, BKM–Persoalan air bersih di wilayah utara Kota Makassar kembali mengemuka sebagai isu krusial yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Dua Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, dari Fraksi Nasdem dan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang menegaskan bahwa pemerintah kota bersama pihak pengelola layanan air bersih harus menempatkan isu ini sebagai prioritas utama pembangunan layanan publik.
Legislator Nasdem, Ruslan Lallo menyoroti bahwa aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) II menunjukkan pola keluhan yang relatif sama dari waktu ke waktu, mulai dari distribusi air yang tidak stabil hingga kualitas air yang dinilai belum sepenuhnya layak secara konsisten. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh terus dibiarkan menjadi ‘keluhan tahunan’ tanpa adanya solusi permanen yang dapat dirasakan langsung masyarakat.
“Kalau kita bicara realitas di lapangan, hampir setiap reses dan pertemuan dengan warga di Dapil II, khususnya Kecamatan Tallo dan Ujung Tanah, persoalan yang selalu muncul itu air bersih. Ini bukan hanya soal air tidak mengalir, tapi juga soal kualitas air yang kadang tidak sesuai harapan masyarakat,” ungkapnya, Kamis (18/6).
Lebih lanjut ia menegaskan pentingnya keterbukaan informasi dari pihak pengelola layanan air agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima dampak, tetapi juga memperoleh kejelasan atas kondisi teknis yang terjadi di lapangan.
“Karena itu kami mendorong agar pihak pengelola, dalam hal ini Perumda Air Minum, bisa lebih terbuka kepada publik. Masyarakat harus diberi penjelasan yang utuh, apa kendalanya, apa rencana perbaikannya, dan dalam jangka waktu seperti apa persoalan ini bisa diselesaikan, jangan sampai masyarakat terus berada dalam ketidakpastian,” jelasnya.
Sementara itu, legislator PPP, Rachmat Taqwa Qurais menilai bahwa persoalan air bersih tidak dapat lagi dipandang sebagai isu teknis semata, melainkan sudah masuk dalam kategori persoalan keadilan layanan publik yang harus dipastikan oleh pemerintah secara merata. Ia menekankan bahwa wilayah utara Kota Makassar membutuhkan perhatian khusus, mengingat beban infrastruktur dan pertumbuhan penduduk yang tidak selalu diimbangi dengan peningkatan kapasitas layanan dasar.
“Air bersih ini adalah kebutuhan paling fundamental tidak bisa ditawar, tidak bisa ditunda pemerintah harus hadir dengan solusi yang nyata, bukan sekadar program jangka pendek. Kita tidak ingin setiap tahun masyarakat di Tallo dan Ujung Tanah terus mengeluhkan hal yang sama tanpa ada perubahan signifikan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan jaringan distribusi serta evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan menjadi langkah yang tidak bisa dihindari jika pemerintah ingin menyelesaikan persoalan secara permanen.
“Menurut kami, harus ada langkah yang lebih serius, mulai dari perbaikan infrastruktur, peningkatan kapasitas distribusi, sampai pada evaluasi sistem pelayanan, jangan hanya bersifat tambal sulam. Karena kalau tidak ditangani secara menyeluruh, maka persoalan ini akan terus berulang dan menjadi beban sosial di masyarakat,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa DPRD Makassar akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara ketat terhadap kinerja pemerintah kota maupun pihak pengelola layanan air bersih. Mereka memastikan bahwa setiap program yang telah dianggarkan harus benar-benar berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.(ita/rif)












