GOWA, BKM — Aktivitas masyarakat Kabupaten Gowa khususnya di wilayah perkotaan jelang Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru) makin tinggi. Hal itu dipengaruhi dari tingkat kebutuhan yang bergerak cepat. Apalagi momen mendekati hari raya Natal.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa ingin harga sejumlah kebutuhan bahan pokok aman dan terkendali. Melalui TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) Kabupaten Gowa pun bergerak.
TPID menyasar pasar-pasar tradisional dalam kota juga swalayan-swalayan untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali, juga stok bahan pokok tercukupi.
Pada Jum’at (12/12), TPID Gowa dipimpin Ketua Harian, Andy Azis Peter yang juga Sekretaris Kabupaten Gowa melakukan pengecekan harga dan stok di Pasar Induk Minasa Maupa Kabupaten Gowa.
Usai memantau langsung dan berdialog dengan sejumlah pedagang bahan kebutuhan pohon, TPID menyimpulkan jika harga masih relatif terkendali dan stabil.
”Iya Jum’at pagi kami melakukan pengecekan langsung di pasar induk dan terpantau kondisi harga bahan pokok masih sangat stabil terkendali. Tidak dapat dipungkiri memang ada beberapa komoditas mengalami kenaikan seperti ayam pedaging, cabai dan bawang, namun harganya masih wajar. Karena itu, kami akan terus melakukan pemantauan. Semoga memasuki natal dan tahun baru 2026, harga bahan pokok teyap terjangkau oleh masyarakat,” kata Andy Azis.
Mengenai naiknya beberapa bahan pokok, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa Amri menjelaskan bahwa faktor penyebabnya karena tingginya permintaan konsumen.
Salah satunya adalah permintaan dari dapur-dapur MBG (Makanan Bergizi Gratis) yang langsung mengambil di kandang peternak seperti ayam pedaging dan telur.
”Jadi naiknya ayam pedaging itu karena permintaan cukup tinggi dari para pengelola dapur MBG yang saat ini semakin marak berjalan di Kabupaten Gowa. Dan mereka mengambil langsung ke peternaknya, sehingga pedagang ayam pedaging di pasar-pasar kerap kesulitan pasokan terpaksa harus menaikkan biaya penjualan ke konsumen,” papar Amri.
Salah seorang pedagang ikan di Pasar Induk Minasa Maupa bernama Uddin mengemukakan harapannya agarnya jelang natal dan akhir tahun ini, pasokan ikan tidak sulit dari pelelangan.
Uddin mengakui, biasanya harga ikan naik jika curah hujan juga tinggi sebab nelayan pasti kesulitan melaut menangkap ikan. Karena itu, pedagang ikan pun pasti kebagian sulit mendapatkan pasokan banyak ikan.
Karena itu, kata Uddin, harga ikan kerap menjulang hingga dua kali lipat dari harga biasa.
”Semoga harga ikan dan bahan pokok lainnya tidak melonjak saat natal dan pada saat akhir tahun. Memang sudah menjadi kebiasaan karena disamping cuaca buruk di laut membuat nelayan sulit mendapatkan ikan. Tentu berpengaruh juga ke penjualan ke konsumen atau penjual ikan seperti saya ini,” kata Uddin.
Terpisah, hasil survei pada distributor gula dan terigu bernama Stevan di Jalan Usman Salengke Sungguminasa, kondisi harga saat ini diakuinya relatif aman. Stevan mengakui, harga tetap stab dan persediaan atau stok masih cukup. Stevan hanya mengeluhkan kurangnya permintaan konsumen sehingga sedikit lesu. (sar)











