Bupati-wabup Panen Udang dan Ikan Nila

BARRU, BKM — Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari didampingi Wabup Abustan melaksanakan panen udang vaname dan ikan nila di lokasi Kelompok Budidaya Perikanan ( Pokdakan) Berlian, Labukkang, Kelurahan Palanro, Kecamatan Mallusetasi, Senin (22/6).

Kegiatan panen berlangsung di tambak milik H. Nahnu dan Hj. Marwah, tokoh masyarakat serta pelaku usaha budidaya udang vaname dan ikan nila di wilayah itu. Kehadiran Andi Ina dan Abustan sekaligus menjadi bentuk dukungan Pemkab terhadap pengembangan sektor perikanan budidaya yang dinilai memiliki prospek ekonomi tinggi.

Suasana panen berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Bupati dan Wabup tampak berjalan kaki sekitar 0,5 Km ke lokasi tambak dan memanen udang menggunakan pukat/jala. Keduanya juga menikmati hasil panen bersama warga di area permukiman sekitar, dalam suasana akrab dan penuh kehangatan.

Usai panen, keduanya meninjau proses pemilahan hasil tangkapan sebelum diangkut untuk dipasarkan. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari rantai produksi yang menunjukkan keseriusan pengelolaan usaha tambak di wilayah itu, sekaligus melibatkan tenaga kerja dari masyarakat sekitar
Pada kesempatan itu, Andi Ina menyampaikan kegiatan ini menjadi bukti nyata besarnya potensi sektor perikanan budidaya di Kabupaten Barru. Ia juga berdialog langsung bersama Wakil Bupati terkait hasil produksi udang vaname.

“Luas tambak sekitar 2,5 hektare, dengan hasil panen mencapai 4,3 ton. Dengan harga Rp63 ribu per kilogram di tingkat lapangan, totalnya sekitar Rp270 juta dalam satu siklus,” ungkap Wakil Bupati saat mendampingi Bupati meninjau pemilahan udang vaname.

Masa budidaya hanya sekitar 2,5 bulan dengan modal sekitar Rp120 juta. Dari perhitungan tersebut, usaha tambak ini mampu menghasilkan keuntungan kurang lebih Rp150 juta per siklus panen.
“Ini menunjukkan bahwa usaha perikanan, khususnya udang vaname, sangat menjanjikan jika dikelola dengan baik,” ujar Andi Ina.

Dia menekankan pentingnya pengelolaan usaha yang berkelanjutan, tidak hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan, pemberdayaan masyarakat sekitar, serta peningkatan kesejahteraan pelaku usaha. Mengingatkan bahwa kewajiban zakat dari hasil usaha merupakan bagian dari nilai spiritual yang diharapkan dapat menghadirkan keberkahan dalam aktivitas ekonomi masyarakat.

Secara khusus, Andi Ina berharap keberhasilan tambak di Palanro dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus mengembangkan sektor perikanan budidaya secara lebih serius dan profesional. Menurutnya, potensi perikanan di Kabupaten Barru tidak hanya memperkuat ekonomi daerah, tetapi juga membuka peluang kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Kadis Perikanan Kabupaten Barru, H. Muhammad Ushuluddin didampingi Sekretaris Dinas, Fauziah menyampaikan saat ini luas tambak di Kabupaten Barru mencapai 2.534 hektare dengan produksi udang vaname sebanyak 4.464 ton.

Untuk komoditas ikan nila, khusus di tambak H. Nahnu dan Hj. Marwah, tercatat sebanyak 24 ribu ekor bibit dengan luas lahan 0,5 hektare serta produksi mencapai 3,5 ton dengan harga di tingkat panen sekitar Rp29.000 per kilogram.

Ikan nila saat ini memiliki pasar yang semakin jelas dan bahkan telah masuk komoditas ekspor, sehingga memiliki nilai ekonomi yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan, baik melalui budidaya di tambak (nila salin) maupun kolam bioflok (nila tawar).
(udi/C)

source

Leave a Reply