BULUKUMBA, BKM — Ratusan ambulans desa memadati pinggir jalan di seputaran Lapangan Pemuda Kantor Bupati Bulukumba, Rabu (30/7). Seluruh ambulans desa tersebut didatangkan untuk dilakukan pemeriksaan oleh petugas dari Dinas PMD dan Inspektorat. Pemeriksaan ambulans desa diawali dengan apel siaga dipimpin Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf, dan diikuti ratusan kepala desa, Kaur Umum Desa, dan para sopir ambulance desa.
Dalam arahannya, Andi Utta menekankan ambulans desa yang dimiliki oleh seluruh desa di adalah aset penting dalam sistem pelayanan kesehatan. “Ini pertama kali kita lakukan pemeriksaan secara serentak dan akan dilakukan pengecekan secara berkala,” ungkapnya.
Menurut dia, keberadaan ambulans desa harus memastikan bahwa layanan kesehatan bisa menjangkau langsung ke rumah-rumah warga, terutama dalam kondisi darurat. “Ambulans desa ini harus juga menjadi perhatian serius dalam perawatannya dan penggunaannya untuk bantu mobilisasi masyarakat ke pelayanan kesehatan,” ungkapnya.
Dikatakan, ambulans tersebut dibeli dari anggaran negara dari pajak rakyat, sehingga peruntukannya juga harus untuk keperluan masyarakat yang membutuhkan layanan mobil ambulans. Andi Utta minta seluruh Kepala Desa dan jajarannya untuk memelihara, merawat, dan mengoperasikan ambulans desa dengan penuh tanggung jawab.
Dengan ambulans yang terawat, ia berharap layanan home care dan layanan antar jemput pasien bisa berjalan cepat dan responsif tanpa kendala. Pada kesempatan itu, Andi Utta kembali mengingatkan bahwa pemerintah desa adalah ujung tombak pelayanan publik. Maka pemerintah desa dan jajarannya harus menjadi bagian dari solusi, bukan malah jadi sumber keluhan masyarakat.
“Tolong bagaimana melakukan inovasi supaya potensi di wilayah masing masing bisa berkembang secara ekonomi sehingga dana desa tidak harus terus bergantung dari anggaran pusat atau pemerintah daerah,” pintanya.
Kasat Lantas, M. Nawir juga diberikan kesempatan menyampaikan pengarahan. Dia menyebutkan bahwa dalam membawa mobil ambulans untuk memprioritaskan keselamatan dalam berkendara. Dia menyampaikan bahwa berkendara di jalan raya ada aturannya, ada undang-undang nya sehingga para driver ambulans desa juga harus tahu, termasuk penggunaan sirene dan lampu rotator.
“Misalnya dalam aturan itu, yang paling diprioritaskan di jalan adalah mobil Damkar. Meski kita juga membawa orang sakit, tapi mobil pemadam tetap didahulukan,” kata Nawir.
Sementara itu Sekretaris Dinas PMD, Andi Mappatunru menjelaskan bahwa Apel siaga pemeriksaan ambulans desa ini mencakup beberapa hal, yaitu pengecekan fisik, baik itu perlengkapan ambulans, sitker atau branding yang sudah diseragamkan berdasarkan surat edaran bupati, maupun pengecekan nomor mesin dan rangka mobil sesuai surat kendaraan.
“Kita juga melakukan pemeriksaan pajak kendaraan kendaraan, maupun kesesuaian antara petugas sopir ambulans yang telah ditetapkan oleh masing masing desa,” bebernya.
Usai memberikan pengarahan, Bupati Andi Utta keliling melakukan mengecekan mobil ambulans yang sudah terparkir di seputaran lapangan Pemuda. (ful)










