MAKASSAR, BKM — Ujian Negara Radio Elektronika dan Operator Radio (UN REOR) Angkatan XXVIII Tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Politeknik Maritim AMI (Polimarim) Makassar telah selesai dilaksanakan. Berlangsung selama dua hari, 19-20 Juni 2025 di kampus Polimarim Jalan Nuri Baru Nomor 1, ujian ini berhasil meluluskan 96 orang peserta atau 100 persen.
Para peserta mengikuti ujian yang mencakup tujuh mata uji utama, yaitu Teknik Radio, Perjanjian Internasional, Peraturan Radio, Bahasa Inggris, Service Documents, Radio Telephony, dan GMDSS. Tidak ada peserta yang mengundurkan diri, gagal, ataupun mengulang.
“Persentase kelulusan mencapai 100 persen. Ini adalah hasil yang membanggakan dan menunjukkan bahwa proses pembelajaran dan pelatihan di Polimarim Makassar telah berjalan efektif,” ujar Mohammad Gempita, Sekretaris Panitia UN REOR.
Sebagai bentuk pengukuhan, seluruh peserta yang lulus mengikuti upacara pengambilan sumpah resmi pada Jumat, 20 Juni 2025, pukul 13.30 Wita di kampus Polimarim.
Pengukuhan tersebut dipimpin oleh Direktur Layanan Infrastruktur Digital Direktorat Jenderal Layanan Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Dr. Dwi Handoko, M.Eng.
Dalam sambutannya, Dwi Handoko menekankan pentingnya peran operator radio dalam mendukung keselamatan pelayaran nasional dan global.
“Operator radio kapal memiliki tanggung jawab besar dalam menjamin kelancaran komunikasi laut, terutama dalam kondisi darurat. Sertifikasi ini adalah bukti kemampuan dan kesiapan saudara-saudara dalam menjalankan tugas tersebut,” ujarnya di hadapan para lulusan, pimpinan lembaga, rohaniawan, serta undangan lainnya.
Ia juga mengingatkan para lulusan untuk terus mengembangkan diri seiring kemajuan teknologi komunikasi. “Kemampuan teknis harus selalu diperbarui, karena saudara akan bekerja di sektor transportasi pelayaran yang sangat dinamis dan menuntut ketepatan serta keandalan tinggi,” tambahnya.
Ucapan selamat dan apresiasi disampaikan kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penyelenggaraan ujian ini, mulai dari panitia, penguji, hingga staf Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Makassar.
Dwi Handoko secara khusus mengapresiasi Polimarim Makassar atas kesuksesan dalam menyelenggarakan pelatihan dan ujian secara konsisten dan profesional.
“Semoga pencapaian ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang, baik dari sisi kurikulum, sistem pengajaran, maupun sarana dan prasarana pelatihan,” tuturnya.
Ujian Negara Radio Elektronika dan Operator Radio merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi dan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 02/PER/M.KOMINFO/03/2011. Hal ini bertujuan untuk menjamin kompetensi operator radio sesuai standar internasional dan memastikan setiap stasiun radio kapal dioperasikan oleh personel profesional.
Dengan hasil kelulusan sempurna ini, lulusan UN REOR Angkatan XXVIII dari Polimarim Makassar siap bergabung di industri pelayaran nasional dan internasional, membawa semangat profesionalisme dan komitmen pada keselamatan komunikasi maritim.
“Ini bukan akhir, tapi awal dari tanggung jawab besar dalam memastikan komunikasi radio laut berjalan aman dan andal. Selamat bertugas, Perwira Operator Radio Indonesia,” pungkas Dwi Handoko.
UN REOR merupakan program nasional di bawah naungan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia yang bertujuan untuk menghasilkan operator radio kapal bersertifikasi internasional.
Ujian ini menjadi implementasi dari ketentuan Global Maritime Distress and Safety System (GMDSS) dan Peraturan Radio Internasional yang diatur dalam STCW 1978 dan Amandemen Manila 2010. (*)











