BULUKUMBA, BKM — Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menutup secara resmi turnamen sepakbola Liga Pelajar Indonesia (LPI) di Stadion Mini Bulukumba, Selasa (23/9) sore. Dia mengakui besarnya euforia sepakbola.
Di babak final, tim sepakbola SMAN 2/Smada Bulukumba ditantang tim SMAN 3 Bulukumba (Bonto Bahari). Laga berakhir dengan adu penalti dan dimenangkan SMAN 2/Smada Bulukumba.
Andi Muchtar didampingi Kadis Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Kadisparpora) Bulukumba, Ferryawan Z Fahmi ikut menyaksikan sengitnya laga final.
“Prestasi di bidang sepakbola sangat penting. Euforia masyarakat lebih besar dibandingkan dengan yang lain,” ungkap Andi Muchtar Ali Yusuf saat sambutan di tengah-tengah suporter dan masyarakat yang hadir menyaksikan partai final.
Dengan begitu, Muchtar bertekad hadir dalam partai puncak sekaligus menutup turnamen antar pelajar SMA/SMK dan sederajat tersebut. Dia benar-benar melihat antusiasme masyarakat. “Masyarakat sangat senang. Saya juga melihat sendiri pertandingan final tadi sangat alot dan berakhir dengan adu penalti. Ini luar biasa, apalagi dimenangkan oleh tim yang menang tahun lalu. Begitupun tim yang kalah tadi adalah tim yang kalah tahun lalu,” ujarnya.
“SMAN 2 Bulukumba berhasil keluar sebagai juara. Status juara ini sudah dua tahun berturut-turut diraih. Ini luar biasa. Kalau gak salah, ini sekolah saya dulu,” sambung Andi Utta.
Menurutnya dalam setiap pertandingan, ada konsekuensi logis yang harus diterima bersama dengan lapang dada. Hasil pertandingan selalu ada yang menang dan ada yang kalah. “Kalau kalah jangan merasa berkecil hati, tetapi jadikan sebagai bahan evaluasi untuk bisa lebih baik lagi ke depan. Kemudian yang paling momen ini menjadi sarana silaturahmi dan kekeluargaan antar guru-guru, pelatih hingga pemain. Jadi terpenting adalah silaturahmi dan kekeluargaan, bukan menang kalah,” ujarnya.
“Kita semua harus sportif. Kalau kalah, maka harus mengakui keunggulan tim yang menang. Selamat kepada pemenang,” tambah Andi Utta.
Andi Utta lebih jauh berharap agar dunia sepakbola Bulukumba dan cabang olahraga lainnya, bisa lebih menggeliat dalam mengukir prestasi dan mengharumkan nama daerah tercinta. Dia pun akan terus berupaya maksimal untuk Bulukumba yang lebih maju dan sejahtera.
“Saya titip kepada semua yang hadir untuk menjaga kebersihan dan keindahan Bulukumba. Mari bawa pulang sampah masing-masing. Mari budayakan hidup bersih bukan hanya di rumah, tetapi juga di tempat-tempat umum,” imbuhnya.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel yang diwakili oleh Kepala Cabang Dinas Wilayah V, H. Arafah mengaku ikut merasakan nuansa kecintaan masyarakat Bulukumba terhadap sepakbola. Ddia menyebut bahwa event LPI ini sebagai perwujudan untuk menunjukkan talenta terbaik menuju Generasi Emas 2045, sekaligus sebagai ajang dalam mengharumkan nama sekolah dan daerah.
Ketua Steering Committee LPI Bulukumba, Saiful Alif Subarkah mengatakan LPI tahun 2025 di Kabupaten Bulukumba merupakan edisi ketiga. Kata dia, LPI tahun ini memakai format Wilayah V Sulsel.
“Izin kami laporkan bahwa peserta di Liga Pelajar Indonesia tahun 2025, ada 28 tim/peserta. Terdiri dari 24 tim di bawah naungan Disdik Sulsel, dan empat tim di bawah naungan Kemenag Bulukumba,” kata Saiful. (ful)






