MAKASSAR, BKM — Ada pemandangan yang berbeda di sepanjang Jalan Tamangapa Raya arah ke tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Antang dalam dua hari terakhir. Antrean panjang truk pengangkut sampah yang penuh dengan muata tampak berjejer panjang hingga meluber ke ruas jalan utama.
Puluhan truk tersebut menunggu untuk masuk ke lokasi pembuangan sampah. Persoalan ini berdampak terhadap pengangkutan sampah rumah tangga. Karena masih harus berjuang masuk ke TPA untuk membuang muatannya, sehingga sampah milik warga terpaksa menumpuk. Permasalahan ini muncul dipicu oleh tujuh alat berat jenis ekskavator yang rusak dalam waktu bersamaan.
Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Helmy Budiman mengakui memang banyak persoalan yang terjadi di TPA Tamangapa saat ini. Selain alat berat yang rusak secara bersamaan, jalan rusak dan licin juga menjadi salah satu penghambat akses armada membawa sampah ke TPA.
Bukan hanya itu, armada sampah juga banyak yang rusak parah. “Sesuai instruksi Pak Wali, kita lakukan pembenahan. Beberapa mobil Tangkasaki yang mungkin tidak layak, kita akan dorong di (APBD) Perubahan,” kata Helmy.
Untuk alat berat (ekskavator), dia mengatakan sudah mulai bermasalah sejak Sabtu pekan lalu. Sesuai arahan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, pihak DLH diminta untuk berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum selaku instansi terkait yang bertanggung jawab terhadap perbaikan kerusakan alat berat.
“Tadi (kemarin) saya sudah dapat arahan dari Pak Wali untuk koordinasi dengan Dinas PU. Termasuk personel kita akan melakukan pembenahan di TPA agar kerja-kerja pengangkutan sampah bisa berjalan lancar hingga sampai ke tempat pembuangan akhir,” terangnya.
Dia berkomitmen akan terus melakukan pembenahan agar persoalan yang dihadapi bisa tuntas. “Itulah yang menjadi permasalahan memang di TPA. Mudah-mudahan sedikit demi sedikit kita bisa melakukan pembenahan,” kata Helmy.
Mantan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM PTSP) itu, mengatakan ke depan pihaknya akan menyiapkan sejumlah strategi untuk mengurangi volume sampah masuk ke TPA. Apalagi saat ini kapasitas untuk menampung sampahnya sudah sangat terbatas.
“Sebenarnya TPA ini sudah tidak bisa kita maksimalkan lagi. Sudah harus ada solusi untuk mengurangi sampah ke TPA,” ungkap Helmy.
Untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA Tamangapa, ada sejumlah strategi yang diterapkan. Salah satunya, kembali mengaktifkan Bank Sampah. Selain itu, sampah yang akan masuk ke TPA betul-betul harus diseleksi.
Pengolahan sampah akan dilakukan sejak awal, dari rumah tangga. Sehingga sampah yang masuk ke TPA betul-betul adalah sampah hasil residu.
“Ini akan kita sodialisasikan mulai dari SD, SMP, baik kantor-kantor pemerintah maupun swasta,” bebernya.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin punya perhatian khusus terhadap persoalan sampah. Dia meminta agar armada sampah yang rusak bisa diganti dan dianggarkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan.
Selain itu, Appi –sapaan akrabnya– juga mendorong hadirnya pengelolaan sampah yang lebih modern dan efisien sehingga tidak perlu lagi bergantung pada TPA Tamangapa untuk membuang sampah.
Terkait kerusakan sejumlah alat berat di TPA Tamangapa, Kepala UPT TPA Antang, Nasrun sebelumnya mengatakan sejumlah alat berat yang digunakan di TPA mulai mengalami kerusakan sejak Sabtu (21/6) sekitar pukul 22.00 Wita. Akibatnya, truk sampah dengan model Tangkasaki kesulitan membongkar muatan.
Dia menjelaskan, proses perbaikan ekskavator berlangsung lama lantaran terkendala toko onderdil yang tutup pada hari Minggu. Di TPA Tamangapa, ada delapan alat berat dengan rincian tujuh ekskavator dan satu buldoser yang beroperasi. Namun saat ini, hanya buldoser yang bisa beroperasi sehingga membuat proses bongkar muatan truk sampah terhambat. (rhm)






