MAKASSAR–KURNIAWAN (40 tahun) termenung ketika rekeningnya di salah satu bank pelat merah dinyatakan dormant. Memang beberapa bulan terakhir ini, ia tidak melakukan transaksi apapun di rekening itu. Ini juga dipengaruhi oleh karena aktivitas bisnisnya sebagai pengusaha konstruksi yang beberapa bulan terakhir ini menganggur lantaran proyek pemerintah belum berjalan.
Setelah lama berpikir, Wawan, sapaan pengusaha Makassar ini menelepon sahabatnya, Rudi yang ia kenal sebagai salah seorang Agen Pegadaian. Beberapa tahun lalu Wawan pernah intens bertemu dengan Rudi dan beberapa sahabatnya yang lain sebagai sesama komunitas peserta arisan emas Pegadaian.
Lalu bertemulah Wawan dan Rudi di sebuah warung kopi di kawasan Jalan Boulevard, Kota Makassar pada sebuah pagi. Wawan yang datang didampingi istrinya, Dian Anggraeni menceritakan keresahannya lantaran rekeningnya di salah satu bank pemerintah diblokir dengan alasan dormant.
Tidak hanya Wawan. Ternyata pemblokiran rekening itu dilakukan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) secara massal. Ratusan juta rekening di waktu bersamaan ikut diblokir. PPATK berdalih pemblokiran rekening dormant itu semata-mata dilakukan demi melindungi hak nasabah dan menjaga integritas sistem keuangan nasional. Belakangan rekening-rekening terblokir itu akhirnya dibuka kembali.
Meski berdalih pelindungan hak nasabah, Wawan yang nilai rekeningnya di bank mencapai Rp300 juta itu tetap tidak nyaman. Beberapa hari ia bersama sang istri datang bertanya ke bank untuk membuka blokir rekeningnya. Oleh pihak bank, Wawan diminta bersabar menunggu beberapa hari.
Setelah berbincang dan menyeruput kopi khas Makassar bersama Rudi sang Agen Pegadaian, pikiran Wawan mulai terbuka. Perlahan keresahan dan kegelisahannya mulai menipis. Sama dengan kopi di cangkirnya yang juga sudah menipis. Itu setelah Rudi menawarkan solusi jitu memindahkan cara investasi dari menyimpan uang di bank menjadi membeli atau menyicil emas secara periodik di Pegadaian.
Rudi yang sudah beberapa tahun menjadi Agen Pegadaian di Makassar itu menceritakan beberapa manfaat menabung atau mengoleksi emas. Di antaranya emas dikenal sebagai aset yang tahan terhadap inflasi. Dalam jangka panjang, harga emas cenderung meningkat sehingga bisa melindungi nilai kekayaan.
Selain itu emas juga menjadi pilihan tepat bagi mereka yang ingin menyimpan kekayaan dalam jangka panjang, seperti untuk biaya pendidikan atau pensiun.
Rudi menceritakan sekeping emasnya seberat 2 gram yang ia beli 2018 lalu dengan harga Rp800 ribu. Kini emas batangan itu sudah bisa dijual dengan harga berkali-kali lipat Rp2,8 juta.
Yang paling penting lagi, emas dapat dengan mudah dijual kapan saja saat dibutuhkan. Tetapi menurut Rudi, investasi emas juga perlu dilakukan di tempat yang tepat. Tempat yang tepatnya adalah Pegadaian yang mengEMASkan Indonesia.
Rudi lalu menyarankan Wawan agar dananya yang tersimpan di bank yang sementara diblokir itu ditarik sebagian untuk investasi emas jika blokirnya dibuka. Ia tidak menginginkan Wawan menutup rekening. Alasannya, untuk kebutuhan sehari-hari dan kepentingan bisnis, rekening bank perlu ada.
Setelah berembuk dengan sang istri, Wawan mengiyakan saran Rudi. Begitu blokir rekeningnya dibuka, Wawan akan langsung tarik dana sebagian untuk investasi emas di Pegadaian. Perkopian hari itu bubar dengan kesepakatan Wawan akan beli atau cicil emas di Pegadaian.
Rudi bersama Wawan dan sang istri bersepakat bertemu lagi untuk memastikan pilihan investasi emasnya antara beli atau cicil. Perkopian berikutnya akan hadir orang Pegadaian langsung yang akan membantu proses investasi emas Wawan. Pertemuan kedua dilakukan setelah blokir rekening Wawan dibuka.
Hari yang disepakati Rudi dan Wawan pun tiba. Seperti perkopian sebelumnya, Wawan datang lagi didampingi sang istri. Si Agen Pegadaian, Rudi juga tidak sendirian. Kali ini ia memanggil Natas Umar, staf Pegadaian Cabang Rappocini, Kota Makassar. Sebelumnya, Natas sudah mendapatkan data dan informasi terkait keresahan Wawan dari sang Agen Pegadaian.
Kepada Wawan, Natas hanya menjelaskan secara ringkas model investasi emas di Pegadaian terutama tabung emas dan cicil emas berikut simulasi-simulasinya. Kata dia, cicil emas adalah cara yang bagus untuk membangun sejumlah kecil emas. Dengan cicilan, seseorang membayar sejumlah uang pada interval waktu dan diberi sejumlah emas, mungkin berupa logam mulia atau batangan.
Sedangkan tabungan emas dilakukan dengan cara membeli emas. Nasabah menyimpan sejumlah uang secara berkala dan menggunakannya untuk membeli emas dalam satu kali pembayaran.
Wawan memilih yang kedua. Tabungan emas. Bersama sang istri, Wawan lalu menarik sebagian dananya dari bank lalu diinvestasikan membeli emas di Pegadaian. Prosesnya tidak terlalu lama. Begitu dananya ditarik dari bank, hari itu juga Wawan langsung menyetor ke Pegadaian untuk investasi emas.
Emas yang Wawan beli sebatang emas seberat 100 gram. Sebetulnya Natas memberi beberapa opsi batangan emas kepada Wawan. Selain satu keping dengan berat 100 gram, Pegadaian juga menyiapkan kepingan lain dengan berat yang beragam. Mulai dari 1 gram, 2 gram, 5 gram, 10 gram, 20 gram, 25 gram, dan 50 gram. Tetapi Wawan memilih satu keping dengan berat 100 gram. Bahkan Pegadaian sangat fleksibel bisa memproduksi berat kepingan emas sesuai selera dan permintaan nasabah.
“Pengamanan emas satu keping lebih enteng dibanding banyak keping,” kata Wawan bercanda.
Untuk pengamanan lagi, meskipun kepingan emas itu sudah lunas, Wawan memilih tidak membawanya pulang ke rumah. Ia lebih memilih menyimpan emasnya di loker Pegadaian. Apalagi biaya titip emas di Pegadaian sangat terjangkau alias tidak mahal jika dibandingkan disimpan di rumah dengan segala macam risikonya.
Kini Wawan tidak resah dan gunda gulana lagi. Trauma rekeningnya dormant hingga terblokir bakal tidak terulang lagi. Keputusannya memindahkan sebagian dananya untuk investasi emas menjadi salah satu bentuk dukungan mendorong Pegadaian mengEMASkan Indonesia. (Fachruddin Palapa)
Artikel Trauma Rekening Diblokir, Wawan Pilih Tarik Tunai Lalu Beli Emas di Pegadaian pertama kali tampil pada Ujung Jari.




