MAKASSAR, BKM–Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Sulawesi Selatan, Anwar Faruq menegaskan bahwa penguatan kualitas kepemimpinan kader harus menjadi agenda utama partai dalam menghadapi dinamika sosial dan politik yang semakin kompleks.
Menurutnya, pembinaan kader tidak boleh berhenti pada aspek teknis organisasi, tetapi harus menyentuh pembentukan karakter, integritas, dan kepekaan sosial. Arahan tersebut disampaikan Anwar Faruq saat memberikan sambutan dalam forum internal PKS Sulsel yang dihadiri jajaran pengurus wilayah dan daerah di Makassar, Senin (29/12)
Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa kekuatan partai terletak pada kualitas kader yang mampu hadir sebagai solusi di tengah masyarakat. “Penguatan kepemimpinan kader harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter, militansi, dan kemampuan membaca realitas sosial. Kader tidak cukup hanya aktif secara struktural, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan dan persoalan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menilai, bidang kepanduan dan kepemimpinan memiliki peran strategis dalam menyiapkan kader yang tangguh dan berintegritas. Melalui sistem pembinaan yang terarah dan berkesinambungan, PKS diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang adaptif terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasar perjuangan partai.
Wakil Ketua DPRD Makassar ini juga menyoroti pentingnya pendekatan lokal dalam setiap program pembinaan kader. Menurutnya, keberagaman karakter sosial dan budaya di Sulawesi Selatan harus menjadi kekuatan, bukan hambatan, dalam merancang arah gerak kepemimpinan partai.
”Kekhasan daerah harus menjadi pintu masuk pembinaan kader. Program yang dirancang dari pusat harus mampu diterjemahkan sesuai konteks lokal agar lebih membumi dan mudah diterima masyarakat,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa seluruh proses pembinaan kader bermuara pada pencapaian target K2P2 sebagai arah besar gerak kepanduan dan kepemimpinan PKS di Sulawesi Selatan. Target tersebut, kata dia, bukan sekadar indikator internal, melainkan komitmen partai dalam menyiapkan kader yang siap mengabdi dan memberi dampak nyata.
”Seluruh ikhtiar ini bermuara pada pencapaian target K2P2. Ini adalah arah besar kita dalam membangun kepemimpinan PKS yang kuat, konsisten, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Sulawesi Selatan,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran pengurus dan kader agar tidak terjebak pada rutinitas organisasi yang bersifat administratif semata. Ia mendorong adanya keberanian untuk melakukan evaluasi dan pembaruan agar partai tetap dinamis dan responsif terhadap perubahan sosial.
”Kita harus berani melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas kader secara terus-menerus. Tantangan ke depan tidak semakin ringan, sehingga kesiapan kader menjadi kunci,” katanya.
Arahan Ketua DPW PKS Sulsel tersebut menjadi penegasan arah politik dan organisasi PKS di Sulawesi Selatan, bahwa kekuatan partai bukan hanya ditentukan oleh struktur, tetapi terutama oleh kualitas kader dan kepemimpinan yang berakar pada nilai, memahami realitas sosial, serta mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat. (ita/rif)











