MAKALE, BKM — Kapolres Tana Toraja, AKBP Budi Hermawan memaparkan kinerja selama tahun 2025 melalui press rilise akhir tahun 2025 baru-baru ini. Jenis kejahatan terjadi di Tana Toraja tahun 2025, selain penipuan online 58 kasus, pencurian 48 kasus, penganiayaan 38 kasus, penipuan 23 Kasus, persetubuhan anak 22 kasus, penggelapan 19 kasus, pengrusakan 14 Kasus, pengeroyokan 13 kasus, pengancaman 13 kasus, penganiayaan anak 10 kasus.
Menurut Kapolres persentase penyelesaian perkara (crime clearance) tahun 2025 sebesar 92 persen peningkatan 8 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar 84 persen.
Tiga jenis gangguan Kamtibmas meningkat tahun 2025 dibandingkan tahun 2024 sebanyak 46 kasus naik 14 persen, dan tahun 2024 sebanyak 333 kasus, sedangkan tahun 2025 sebanyak 379 kasus.
Sementara persentase penyelesaian perkara (crime clearance) tahun 2025 sebesar 92 persen mengalami peningkatan 8 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar 84 persen.
Ditambahkan AKBP Budi press release akhir tahun 2025 dihadiri Waka Polres Kompol Madenanri, para Kasat, kita ekspose situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polres Tana Toraja untuk mengukur kinerja jajaran Polres Tana Toraja melindungi dan mengayomi masyarakat.
Beberapa kasus belum kunjung selesai disorot awak media, selain pembakaran excavator di Kurra, juga kebakaran Pertamina Kasimpo, oknum personel Tana Toraja terjaring razia positif narkoba, serta dugaan oknum polisi terlibat penimbunan dan pengoplos BBM.
Budi Hermawan menegaskan, terhadap oknum polisi diduga terlibat bentuk kasus apapun tidak ada toleransi pastinya ditindak setimpal perbuatannya.
Kesempatan itu Kasat Lantas AKP A.M Yusuf, memaparkan rencana rekayasa arus lalu lintas puncak pergantian tahun 2025 ke tahun 2026.
“Malam tahun baru ada beberapa titik jalan yang akan ditutup untuk mencegah terjadinya kemacetan, “singkatnya (gus/c)





