Sidrap Tembus 303 Ribu Ton Beras

SIDRAP, BKM — Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif memimpin panen perdana padi bersama masyarakat Dusun Larumpu, Desa Bila Riawa, Kecamatan Dua Pitue, Selasa (2/9). Acara ini dihadiri jajaran pejabat daerah, penyuluh pertanian, hingga mahasiswa KKN dari IAIN dan UMS.

Dalam sambutannya, Bupati Syahar menegaskan pentingnya bersyukur, menjaga kebersamaan, dan meningkatkan produktivitas pertanian. “Alhamdulillah, padi kita di Dua Pitue bagus sekali. Ada yang terdampak wereng, tetapi jumlahnya kecil. Saya bersyukur bisa hadir bukan hanya sebagai petani seperti dulu, tetapi sekarang sebagai bupati yang fokus memajukan pertanian Sidrap,” ujarnya.
Syaharuddin membeberkan capaian membanggakan. Dari hasil panen kali ini melonjak signifikan — dari 200 ribu ton pada 2024 menjadi 303 ribu ton pada 2025. “Kunci keberhasilan ini ada tiga yakni pupuk dilancarkan, air irigasi dijamin, dan jaminan harga gabah dikendalikan,”jelasnya.

Bahkan, harga gabah di Sidrap kini menjadi yang tertinggi se-Indonesia, mencapai Rp6.800/kg, melampaui harga acuan pemerintah sebesar Rp6.500. H.Syaharuddin juga memastikan pengawasan ketat melalui rapat bulanan di rumah jabatan, menetapkan pembayaran tunai, dan mewajibkan kelompok tani memiliki timbangan sendiri agar terhindar dari permainan pedagang.
Tak hanya itu, untuk mendukung musim tanam ketiga, pemerintah menyiapkan benih unggul berlabel dengan umur panen 70 hari, pestisida, pupuk, dan ketersediaan air melalui Dinas PSDA. Cetak sawah baru seluas 60 hektare juga telah disurvei.

Dia menegaskan, sektor pertanian menjadi prioritas kerjanya di awal masa jabatan. “Di Sidrap, 90 persen masyarakat bekerja di pertanian. Saya ingin pendapatan mereka meningkat, dan fokus saya tahun ini ada di Dua Pitue,” tegasnya.

Selain pertanian, Syaharuddin juga menyentuh program kesehatan, kebersihan, dan pendidikan. Ia mendorong warga menjaga lingkungan, mengecat pagar rumah dengan warna putih-biru, menyalakan lampu teras, serta memastikan tidak ada anak Sidrap yang putus sekolah. Acara panen perdana ditutup dengan penyerahan bantuan pestisida kepada para petani setempat. (ady/C)

source