GOWA, UJUNGJARI.COM — Pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten Komite Olahraga Nasional Indonesia (Musorkab KONI) Kabupaten Gowa yang berlangsung di Baruga Karaeng Pattingaloang kantor Bupati Gowa pada Selasa (30/12) dengan agenda penyampaian LPj (laporan pertanggungjawaban) pengurus lama, penyusunan program dan pemilihan ketua, sempat berjalan alot.
Pasalnya puluhan perwakilan atau utusan cabang olahraga (cabor) yang hadir sebagai peserta Musorkab menyoal ketidakhadiran pengurus lama untuk menyampaikan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2020-2024.
Para peserta Musorkab menagih pertanggungjawaban keuangan yang dikelola pengurus lama dibawah kepengurusan Neno atau Rahmawati Bangsawan selaku ketua dan Muh Hasbi Lambe selaku sekretaris.
Sejak Musorkab dibuka oleh Bupati Gowa Husniah Talenrang hingga ditutup oleh Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin yang juga Ketua KONI Sulsel, ketua maupun sekretaris yang seharusnya hadir menyampaikan pertanggungjawaban kepengurusan di akhir masa periode 2020-2025, tidak muncul.
Spontan para ketua cabor yang hadir, menagih LPj dibagikan atau dibacakan oleh pengurus lama. Desakan inilah yang nyaris menimbulkan perdebatan antara peserta dengan pimpinan sidang dan steering committee Musorkab.

Para peserta seperti disuarakan Amir dari cabor Karate, Ismail Majid dari cabor PTMSI, Rusli Serang cabor Perbakin dan lainnya, sempat bersikukuh meminta ada LPj dilakukan pengurus lama namun pimpinan sidang menyatakan tidak bisa.
Alasannya, seperti ditegaskan Sappe Mangiriang selaku pimpinan sidang Musorkab bersama steering committee Mardani Hamdan, jangankan fisik LPj, komunikasi dengan pengurus lama pun sulit dilakukan sehingga untuk mengkonfirmasi kehadiran pengurus lama tidak ada respon.
Suasana kembali kondusif ketika Plt Ketua KONI Gowa juga Ketua Harian KONI Sulsel Chalik Suang tampil menjelaskan bahwa soal LPj pengurus lama biarlah menjadi rana BPK sebab anggaran KONI merupakan hibah dari pemerintah melalui Dispora dan pertanggungjawaban secara prioritas KONI ke BPK.
“Untuk soal LPj ini biarkan masuk rana BPK saja, kita nyatakan pengurus lama demisioner, ” kata Chalik Suang.
Para peserta Musorkab pun sepakat menyatakan LPj pengurus periode 2020-2024 tidak dapat diterima dan pengurus lama dinyatakan demisioner.
Dikatakan Chalik Suang, sebagai pelaksana tugas Ketua KONI Gowa maupun Ketua Harian KONI Sulsel dirinya mengarahkan KONI Gowa untuk fokus ke Porprov 2026 di Wajo dan Bone. Soal LPj kata Chalik Suang, diserahkan sepenuhnya kepada pihak berwewenang untuk mengaudit pengelolaan keuangan KONI Gowa untuk periode empat tahun lalu.
“Saya merasa bersyukur dan berterimakasih kepada peserta dengan alotnya, dengan dinamikanya yang seru, itu pertanda para ketua cabor itu menginginkan sesuatu yang baik, sesuatu perubahan. Dan sesuatu yang seru itu, itu sangat bagus. Jadi hidup. Dan sesuatu yang seru itu akan melahirkan pemikiran-pemikiran yang mantap dan terarah ke depan,” jelasnya.
Menurut Chalik Suang, yang namanya LPj itu memang konsekwensinya ada dua. Diterima atau tidak diterima.
“Biasanya fisik diterima, ada panitia yang terima tapi tidak diterima dalam forum. Kalau ini (yang terjadi tadi) memang baik fisik maupun LPj nya tidak ada. Tapi tetap juga itu dinyatakan demisioner karena tidak boleh pertanggungjawaban itu menghambat jalannya musyawarah. Tapi yang jelas bahwa LPj itu pasti akan dibawa. Saya yakin sudah ada di tangan pengurus lama sebab mereka pasti tahu bahwasanya kalau LPj tahun 2025 ini tidak disetor kepada Dispora maka Hibah tahun berikutnya tidak akan cair. Saya yakin, pasti ada karena kepengurusan lama ini bukan orang baru karena sudah periode kedua, ” beber Chalik Suang.
Chalik Suang menjelaskan Kabupaten Gowa adalah aset untuk provinsi. Provinsi tidak punya atlet, tapi daerah yang punya, salah satunya Gowa. Hingga kini, peringkat Gowa di bidang olahraga secara umum di tingkat Sulsel, masih urutan ke 11. Olehnya itu kata Chalik Suang ke depan Gowa harus punya target masuk 5 besar atau minimal bisa 10 besar.
“Ini bukan hal yang muluk-muluk sebab Ketua KONI Sulsel adalah orang Gowa yakni pak Wabup Gowa. Bupati Gowa pun sangat peduli dengan olahraga dan beliau jadi dukung full KONI Gowa dalam pembinaan atlet, ” terang Chalik Suang.

Dengan terpilihnya Arifuddin Saeni sebagai Ketua KONI Gowa periode empat tahun ke depan (2025-2029) diharapkannya mampu membawa KONI Gowa lebih baik dan prestasi cabor lebih meningkat lagi.
“Karena kita punya target maka sudah tentu sangat diharapkan yang pimpin KONI Gowa adalah yang benar-benar suka olahraga, mau berkorban dan mampu membangun komunikasi antara cabor, dengan pengurus KONI dan juga pemerintah daerah. Dan perlu diketahui bahwa atlet itu diproduksi oleh kabupaten kota karena itu provinsi itu berkewajiban untuk mendorong, memberikan pembinaan, memberikan masukan, saran dan pendapat, monitor dan evaluasi agar ada peningkatan prestasi. Jika mau prestasi itu bagus maka KONI nya harus baik. Pemilihan pengurus atau kabinet sangat mendukung itu. Jika semua hubungan klop maka prestasi akan ada. Sekarang saya arahkan KONI fokus mempersiapkan Porprov XVIII nanti, ” papar Chalik Suang.
Sementara itu Bupati Gowa Husniah Talenrang berharap, ketua KONI Gowa terpilih sudah harus star fokus persiapan menuju Porprov. Bahkan Husniah janji akan memberikan reward kepada para atlet maupun pelatih yang mampu meraih emas.
“Sebagai bupati saya mensupport semua kegiatan olahraga di Gowa. Pastinya apapun yang mereka lakukan yang terbaik bagi Kabupaten Gowa tentu kita akan apresiasi. Saya sudah katakan kita akan berikan reward yang penting kejar medalinya, ” ucap Bupati Gowa tersenyum.
Sementara menyoal pengembangan cabor yang tidak lolos di Pra Porprov kemarin, menurut bupati, tetap diberi kesempatan agar bisa memperbaiki prestasinya sehingga tahun berikutnya bisa ikut seleksi Pra Porprov. –
Artikel Sempat Alot, Peserta Musorkab KONI Gowa Nyatakan Sikap Tak Menerima LPj Pengurus Lama, Kalimat Chalik Suang ‘Bikin’ Kondusif pertama kali tampil pada Ujung Jari.





