Sekolah Swasta Sambut Baik Disdik Sebar Guru Negeri

MAKASSAR, BKM — Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Sulawesi Selatan menyambut baik rencana Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel yang akan menempatkan guru-guru dari sekolah negeri ke sekolah swasta. Langkah ini dinilai menunjukkan perhatian pemerintah terhadap semua jenis sekolah tanpa membeda-bedakan.

“Kabar gembira memang. Bahwa itu bentuk pemerintah provinsi memperhatikan semua sekolah gitu, tidak mendikotomi lagi sekolah negeri dan swasta,” ujar Ketua Umum BMPS Sulsel Irman Yasin Limpo saat dikonfirmasi, Rabu (18/6).

Irman mengatakan dalam konstitusi tanggung jawab pendidikan memang berada di tangan dua pihak, yaitu pemerintah dan masyarakat, begitu pula dengan pengelolaannya yang bisa dilakukan bersama. Karena itu, menurutnya, penempatan guru negeri di sekolah swasta merupakan bentuk kolaborasi yang baik.

“Jadi, semua yang itu bisa kerja sama untuk memberikan akses kepada semua orang untuk bersekolah gitu. Semua, kan, standar pendidikan sama karena mengikuti kurikulum yang ada dan standar pendidikan yang diregulasikan oleh pemerintah, baik swasta ataupun negeri,” katanya.
Terkait pembiayaan, pria yang akrab disapa None itu menekankan pentingnya kehadiran pemerintah dalam mendukung operasional sekolah swasta, termasuk jika siswa dari negeri dialihkan ke swasta. Selama ini, kata dia, sekolah swasta menanggung beban sendiri, termasuk gaji guru.

“Bergantung kalau swastanya gitu. Masalahnya mereka menyelenggarakan pendidikan itu beban sendiri. Jadi, ya, syukur kalau sekarang pemerintah mau ikut membiayai. Selama ini yang gaji gurunya, kan, sekolah swasta, yang beli bangkunya sekolah swasta, yang bayar PBB-nya (Pajak Bumi dan Bangunan) sekolah swasta. Jadi, untuk keberlangsungan pendidikan, seyogianya memang sebaiknya pemerintah membantu. Tapi, untuk bagaimana kualitasnya, ya, tentu harus dibicarakan,” paparnya.
Lebih lanjut, None menuturkan saat ini sudah ada dasar hukum penempatan guru negeri di sekolah swasta. Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 1 Tahun 2025.

“Kita tunggu realisasinya gitu. Kita tunggu realisasinya, apakah sesuai kebutuhan sekolah. Jangan sampai kebutuhan sekolah guru olahraga, yang dikirim guru seni. Tentu ada kemandirian swasta juga untuk menyeleksi guru tersebut apakah sesuai dengan standar yang mereka buat di sekolahnya gitu,” terangnya.
None menekankan pentingnya seleksi dari pihak sekolah swasta dalam menerima guru yang dikirim pemerintah. Sekolah swasta, kata dia, tetap harus diberikan ruang untuk menentukan kesesuaian guru dengan standar mutu yang mereka tetapkan.”Jangan sampai guru malas yang dibawa ke swasta kodong,” sebutnya.
Meski menyambut rencana ini, None mengingatkan bahwa status sekolah swasta tetap mandiri dalam pengelolaan keuangan. Menurutnya, penempatan guru negeri tak serta-merta menghapus kebutuhan biaya lain di sekolah swasta.

“Kita menunggu, kan, ada keputusan MK (Mahkamah Konstitusi). Kita menunggu petunjuk teknisnya. Tapi, untuk sementara penyaluran guru negeri ke swasta itu, itu sebuah langkah bagus oleh pemerintah,” tuturnya.
None menambahkan komunikasi antara BMPS dengan Disdik Sulsel berjalan baik. Pihaknya pun siap berdiskusi lebih lanjut soal rencana ini.
“Alhamdulillah komunikasi kita baik,” ucapnya.(jun)

source

News Feed