MAKASSAR, BKM–Politisi Partai Persatuan Pembangunan yang juga Anggota DPRD Sulsel Rusli Sunali, mendesak Pemerintah Provinsi Sulsel untuk memaksimalkan rencana pembangunan rumah sakit (RS) regional di Kabupaten Luwu.
Menurutnya, keberadaan RS regional sangat strategis karena bisa melayani masyarakat di Luwu Raya, Tanah Toraja, Toraja Utara, hingga Kabupaten Wajo.
“Rumah sakit regional di Luwu akan sangat berguna, dan bisa menjadi rumah sakit rujukan,”kata Rusli Sunali di Gedung DPRD Sulsel, Kamis (21/8/2025).
Anggota Dewan asal Daerah Pemilihan (Dapil) Luwu Raya ini menjelaskan, lokasi yang direncanakan memiliki aksesibilitas baik karena dekat bandara dan berada di titik tengah yang menghubungkan sejumlah daerah tetangga. Dengan posisi tersebut, RS regional dinilai akan memudahkan mobilisasi tenaga kesehatan dan mendukung hadirnya SDM dokter ahli.
“Kalau memang anggaran Rp200 miliar tidak cukup, maka harus ditambah. Untuk apa kita membangun rumah sakit kalau tidak bisa maksimal,”pintanya.
Rusli yang pernah menjabat Ketua DPRD Luwu periode 2019-2024 ini berharap Pemprov Sulsel, khususnya gubernur, serius memperjuangkan program tersebut agar benar-benar memberi manfaat besar bagi masyarakat.
Sementara itu, Plt Kepala Bapelitbangda Sulsel, Muh Saleh, mengatakan pembangunan dua rumah sakit regional, masing-masing di Luwu dan Gowa, sudah mulai dipersiapkan tahun ini melalui tahapan perencanaan.
“MS sudah selesai, DID dan MK juga sudah berjalan. Setelah seluruh dokumen selesai, kita akan masuk tahap lelang,”jelas Saleh.
Ia menambahkan, proyek berskema multiyears ini ditargetkan rampung pada 2027. Skema tersebut dipilih agar pembangunan tidak perlu tender ulang tiap tahun, cukup sekali kontraktor mengerjakan hingga selesai, sementara pembayarannya dilakukan bertahap.
Adapun nilai pembangunan diperkirakan lebih dari Rp400 miliar, masing-masing sekitar Rp200 miliar untuk RS regional di Luwu dan Gowa. Namun angka pastinya masih menunggu hasil Detail Engineering Design (DED).
“Untuk saat ini kita alokasikan sekitar Rp400 miliar lebih. Nanti angka pastinya menunggu hasil DED,”pungkasnya. (rif)












