MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Rencana pembukaan jalan alternatif yang menghubungkan Middle Ring Road (Perintis–Lemena) menuju kawasan Bukit Baruga, Antang, mulai menuai tanda tanya publik.
Di kawasan tersebut terdapat beberapa klaster perumahan elit yang dikembangkan oleh Bukit Baruga dan grup pengembangnya. Akses jalan baru itu disinyalir akan menjadi pintu strategis menuju kawasan pemukiman mewah tersebut.
Rencana jalan alternatif dari Middle Ring Road Perintis–Lemena jaraknya cukup dekat dengan kawasan Bukit Baruga. Jalan tersebut melalui belakang kompleks IDI dan menelusuri pinggir Sungai Tello.
Lokasi ini dinilai sangat menguntungkan bagi pengembang karena akan membuka akses baru langsung ke kawasan hunian elit tersebut.
Namun, yang menjadi sorotan utama adalah sumber pembiayaan proyek tersebut. Apakah murni dibiayai oleh pihak swasta, atau justru menggunakan dana APBD Kota Makassar?
Jika proyek itu sepenuhnya dibiayai oleh swasta, hal tersebut dianggap wajar karena merupakan bagian dari kepentingan bisnis pengembang dalam meningkatkan nilai kawasan.
Sebaliknya, jika ternyata proyek tersebut menggunakan anggaran APBD, maka patut dicurigai adanya potensi penyimpangan dan akal-akalan pembangunan yang hanya menguntungkan pihak tertentu.
“Kalau dana publik dipakai untuk membuka akses ke kawasan perumahan elit milik swasta, itu bisa jadi masalah hukum. Harus transparan, jangan sampai publik dirugikan,” ujar Muh Syakir salah satu pemerhati tata ruang di Makassar.
Informasi menyebutkan, pihak Baruga telah membebaskan sebagian lahan tersebut untuk kepentingan jalan alternatif. Di daerah itu, nantinya terdapat dua jalur akses dari Middle Ring Road Perintis-Lemena menuju kawasan Bukti Baruga.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Kota Makassar apakah proyek jalan alternatif itu merupakan kerja sama dengan pihak pengembang atau dibiayai penuh oleh pemerintah daerah. (drw)
Artikel Rencana Jalan Alternatif ke Bukit Baruga Dipertanyakan, APBD atau Swasta? pertama kali tampil pada Ujung Jari.




