BULUKUMBA, BKM — Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bulukumba untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tahun 2025 cukup fantastis. Dari kuota yang diberikan secara nasional, BRI Cabang Bulukumba sudah menyalurkan KUR secara Year to Date (Ytd) jauh melampaui target.
“Skema KUR ada dua, yaitu mikro dan kecil. Alhamdulillah untuk KUR Mikro, pergerakannya luar biasa. Realisasinya mencapai 143 persen sampai per November 2025,” ungkap Pimpinan Cabang BRI Bulukumba Zaenal Arifin, Kamis (4/12).
Ia mengatakan bahwa dua skema KUR tersebut memiliki plafon anggaran yang berbeda. Menurutnya, realisasi KUR Mikro di Bulukumba sudah menyentuh Rp679 miliar dari total 12.294 debitur.
“Untuk plafon anggaran KUR mikro sampai Rp100 juta. Target kita cuma RpRp476 miliar di tahun 2025. Kemarin di bulan Oktober kuota Bulukumba habis, makanya kita pengajuan untuk penambahan kuota. Sampai sekarang kami lakukan penyaluran,” jelasnya.
Zaenal mengemukakan bahwa KUR kecil dengan plafon anggaran di atas Rp100 juta sampai Rp500 juta, juga terserap secara progresif di Bulukumba. Realisasinya, kata dia lagi, sudah menyentuh angka 227 persen.
“KUR Kecil juga bergerak masif. Realisasinya per November 2025 mencapai Rp52,8 miliar dengan total 484 debitur. Sementara target Bulukumba sebesar Rp20 miliar,” ungkap Zaenal.
Dengan demikian, Zaenal memproyeksikan kondisi ekonomi Bulukumba tahun 2025 di sektor mikro cukup menggembirakan. Realisasi KUR BRI menjadi bukti nyata pertumbuhan ekonomi Bulukumba.
“BRI Bulukumba tercepat target realisasi di Sulsel. Ini tanda ekonomi Bulukumba maju. Sehingga pemberdayaan ekonomi harus dimaksimalkan lagi, agar perputaran ekonomi lebih banyak di Bulukumba,” terangnya.
Ia menyatakan, sejatinya BRI punya instrumen lain dalam upaya mendorong pergerakan ekonomi mikro Bulukumba. Selain KUR, BRI punya Agen BRI Link yang sangat masif hingga menjangkau daerah-daerah pedesaan di Bulukumba.
“Ada 2.800 agen BRI Link yang terdaftar di Kabupaten Bulukumba. Kehadiran BRI Link untuk memudahkan layanan BRI di kampung-kampung, sekaligus sebagai perpanjangan tangan BRI,” jelas Zaenal.
“Melalui
BRI Link sebagai perluasan BRI ke kampung-kampung, maka semua layanan BRI bisa dengan mudah diakses oleh masyarakat, seperti transfer, pembayaran, bahkan bisa membuka rekening baru,” sambungnya.
Menurutnya, BRI Link bisa menjadi penggerak utama sebagai instrumen pertumbuhan ekonomi daerah Bulukumba. Dengan begitu, Pemerintah Daerah Bulukumba bisa mempercepat akselerasi keuangan melalui BRI yang menjangkau semua kalangan.
“Keuntungan BRI itu kembali ke negara dan masyarakat. BRI setor deviden ke negara tahun lalu sekira Rp50 triliun lebih. Di antara seluruh BUMN yang menyetor deviden, BRI-lah yang terbesar. Bahkan BRI mendapat pengakuan dunia,” ujar Zaenal. (ful)





