MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Warga Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, memprotes proyek pembangunan rumah oleh pihak Perumnas yang berlokasi tepat di belakang SMP Negeri 30 Makassar.
Pembangunan sejumlah unit rumah di area yang dikenal sebagai tanah gunung batu itu dinilai berbahaya dan tidak layak dijadikan kawasan hunian.
Warga menilai, kondisi lahan yang keras dan berbatu dapat menimbulkan risiko keselamatan, terutama di musim hujan. Selain itu, di kawasan tersebut juga berdiri tower telekomunikasi berukuran besar, yang menambah kekhawatiran warga terhadap potensi bahaya jika terjadi longsor atau insiden lainnya.
“Ini bukan tanah biasa, tapi hamparan batu besar. Kalau dipaksakan dibangun rumah, risikonya tinggi. Apalagi di belakang sekolah dan dekat tower tinggi. Kami khawatir akan membahayakan warga sekitar maupun penghuni nanti,” ujar salah satu warga BTP, Andi Jasruddin kepada media ini, Senin (20/10/2025).
Ia juga menilai pihak Perumnas tidak seharusnya membangun di atas lahan tersebut tanpa sosialisasi dan kajian lingkungan yang jelas. Mereka meminta pemerintah kota dan instansi terkait meninjau langsung kondisi lapangan sebelum memberikan izin lanjutan.
“Kami minta Pemkot Makassar dan Dinas Perumahan turun tangan. Jangan sampai proyek ini menimbulkan masalah keselamatan atau dampak lingkungan di kemudian hari,” tambahnya.
Sementara itu, pihak Perumnas belum memberikan keterangan resmi terkait protes warga. Diketahui, area pembangunan tersebut merupakan bagian dari lahan yang sebelumnya masuk dalam rencana pengembangan tahap lanjutan kawasan BTP.
Warga berharap proyek tersebut ditinjau ulang dan tidak dilanjutkan sebelum ada kepastian keamanan, serta rekomendasi dari instansi teknis seperti Dinas Tata Ruang dan Dinas Perumahan Kota Makassar. (drw)
Artikel Proyek Perumnas di BTP Disorot: Warga Sebut Lahan Tidak Layak dan Rawan Bahaya pertama kali tampil pada Ujung Jari.





