Prevalensi Stunting Gowa Dekati Target Nasional, Kini Jadi 17 Persen

GOWA, UJUNGJARI.COM — Gerakan cepat dan terukur serta disinergikan dengan berbagai strategi inovasi, membuat prevalensi stunting di Kabupaten Gowa menukik tajam.

Jika pada tahun 2022, prevalensi stunting Gowa berada pada angka 33 dan kemudian kembali melorot pada tahun 2023 menjadi 21,1 persen, maka di tahun 2024 kemarin turun lagi menjadi 17 persen. Sebuah capaian yang cukup fantastis, sebab tiga persen lagi turunnya, maka Gowa bisa mencapai target nasional prevalensi stunting yakni 14 persen.

Pemerintah Kabupaten Gowa memang menunjukkan komitmennya dalam penanganan stunting. Komitmen yang dilakukan kolaboratif itu pun berbuah baik. Prevalensi stunting Kabupaten Gowa sudah di angka 17 persen.

Kepala Dinas PPKB Kabupaten Gowa Sofyan Daud mengatakan capaian ini berkat adanya komitmen dari Pemerintah Kabupaten Gowa yang aktif dan serius dalam penanganan stunting yang merupakan salah satu program prioritas nasional ini.

”Penurunan ini adalah hasil kolaborasi dari seluruh stakeholder terkait yang bekerja sesuai dengan tugas masing-masing sehingga terlaksana dengan baik di lapangan. Kita memang konvergensi, semua yang kita rencanakan itu sudah betul-betul terlaksana di lapangan. Intinya ini berkat kolaborasi dari semua pihak khususnya dukungan dari pimpinan,” kata Sofyan saat melakukan pemaparan pada Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Penurunan Stunting di Peace Room A’Kio, Rabu (28/5).

Sofyan mengatakan, salah satu program yang dilaksanakan yakni Genting (gerakan orang tua asuh cegah stunting). Inovasi ini diterapkan menyebar di seluruh wilayah desa kelurahan pada 18 kecamatan. Bukan hanya aparat desa kelurahan yang bergerak tapi juga aparat kecamatan ikut gercep atau gerakan cepat.

Inovasi lainnya adalah Gassing Nganre yang merupakan kegiatan kolaboratif dengan melakukan pemberian makanan tambahan dengan sasaran ibu hamil dan baduta (bayi dua tahun) dimana penyediaan bahan sumber makanannya dari bapak asuh anak stunting dan diolah di dapur Dashat (dapur sehat)

“Semua ini kita implementasikan dengan baik bahkan Gassing Nganre ini sudah ada sejak tahun 2023 yang terus kita lakukan hingga saat ini sehingga stunting kita juga terus mengalami penurunan,” kata Sofyan.

Sofyan yang didampingi sejumlah pimpinan SKPD yang masuk dalam TPPS atau Tim Percepatan Penurunan Stunting, berharap penilaian kinerja penurunan stunting tersebut dapat berkolerasi dengan penurunan yang terjadi saat ini sesuai kondisi lapangan.

Hanura, salah satu tim penilai yang terhubung dalam Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Penurunan Stunting secara virtual itu mengapresiasi Kabupaten Gowa terus menerus melakukan penurunan angka stunting. Hanura pun berharap, daerah lain juga bisa ikut mencontoh keberhasilan Gowa.

“Yang menarik adalah turunnya stunting Kabupaten Gowa dari tahun ke tahun. Ini daerah lain jika ada yang mau mencontoh silahkan datang ke Gowa, dan Kabupaten Gowa boleh menyampaikan upaya atau kiat apa sehingga stunting di Gowa terus mengalami penurunan,” kata Hanura. –

Artikel Prevalensi Stunting Gowa Dekati Target Nasional, Kini Jadi 17 Persen pertama kali tampil pada Ujung Jari.