Perpustakaan SMPN 2 Parepare Terakreditasi B

PAREPARE, BKM– Perpustakaan Rindu Baca UPTD SMP Negeri 2 Parepare menorehkan capaian membanggakan dengan berhasil meningkatkan status akreditasinya dari C menjadi B. Predikat tersebut diraih setelah melalui proses panjang yang menuntut konsistensi, inovasi, serta kolaborasi lintas unsur di lingkungan sekolah.

Capaian ini tidak diraih secara instan. Berbagai tahapan telah dilalui, mulai dari pemenuhan administrasi, penataan manajemen perpustakaan, hingga sesi wawancara dan verifikasi oleh Tim Akreditasi Perpustakaan yang digelar di Perpustakaan Daerah Kota Makassar, baru-baru ini.
Sekolah yang dikenal aktif mengembangkan inovasi di bidang literasi ini akhirnya mampu membuktikan komitmennya dalam menghadirkan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran yang bermutu.

Pelaksana Tugas Kepala UPTD SMP Negeri 2 Parepare, Hasanuddin, menyampaikan bahwa peningkatan akreditasi tersebut merupakan buah dari perjuangan panjang seluruh warga sekolah. Ia menegaskan, keberhasilan ini lahir dari kerja bersama, khususnya tim akreditasi perpustakaan yang secara khusus ia bentuk dan beri nama Tim 9.
“Alhamdulillah Perpustakaan sekolah kami berhasil naik kelas dari C ke B. Predikat ini adalah hasil dari inovasi dan kolaborasi yang dibangun secara konsisten. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses ini. Semoga capaian ini menjadi pelecut semangat bagi kita semua untuk terus bekerja ikhlas tanpa pamrih demi kemajuan sekolah,” ujar Hasanuddin, Minggu (14/12).

Menurutnya, perpustakaan memiliki peran strategis sebagai gerbang ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, pembenahan perpustakaan menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. “Perpustakaan memang pantas untuk kita benahi secara sungguh-sungguh sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan pendidikan yang lebih baik menuju Parepare yang terbaik, sejahtera, dan maju,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Perpustakaan Rindu Baca UPTD SMP Negeri 2 Parepare, Hasbiana, menjelaskan bahwa secara teknis pihaknya berupaya memenuhi dan mengoptimalkan seluruh komponen yang menjadi standar penilaian akreditasi perpustakaan sebagaimana diatur dalam Pedoman Perpustakaan Nasional Nomor 302 Tahun 2022 yang hingga kini masih relevan.

Sembilan komponen tersebut meliputi koleksi, sarana dan prasarana, pelayanan, tenaga perpustakaan, penyelenggaraan, pengelolaan, inovasi dan kreativitas, Tingkat Kegemaran Membaca (TGM), serta Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM). Keseluruhan komponen ini menilai tidak hanya kelengkapan dan manajemen perpustakaan, tetapi juga kualitas layanan dan dampak nyata terhadap budaya literasi warga sekolah.
“Perpustakaan kami diarahkan bukan sekadar sebagai ruang penyimpanan buku, tetapi sebagai pusat layanan baca dan literasi yang hidup, ramah, dan relevan dengan kebutuhan murid. Kami ingin perpustakaan benar-benar menjalankan fungsinya sebagai ruang tumbuhnya minat baca, kreativitas, dan daya pikir kritis,” jelas Hasbiana.

Dia juga mengaitkan capaian tersebut dengan filosofi nama Perpustakaan Rindu Baca. Menurutnya, nama itu mengandung harapan agar perpustakaan mampu menghadirkan suasana yang membuat murid merasa nyaman dan selalu ingin kembali membaca.
” Rindu Baca dimaknai sebagai ruang yang menumbuhkan kerinduan untuk datang, membuka buku, dan belajar. Ketika murid merasa rindu membaca, maka fungsi perpustakaan sebagai jantung literasi sekolah benar-benar hidup,” tambahnya.

Keberhasilan Perpustakaan Rindu Baca meraih akreditasi B ini diharapkan menjadi fondasi untuk peningkatan mutu layanan literasi yang lebih berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran SMP Negeri 2 Parepare sebagai sekolah yang konsisten mengembangkan budaya literasi di lingkungan pendidikan. (mup/D)

source

News Feed