GOWA, BKM — Pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) se-Kota Makassar melakukan kunjungan ke Desa Kanreapia, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa, Rabu, 13 Agustus 2025. Kunjungan ini sebagai bagian dari agenda retreat yang dilaksanakan Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar.
Kunjungan ini mendapat sambutan hangat dari Kepala Desa Kanreapia bersama jajaran perangkat desa, sekaligus menjadi ajang penting untuk bertukar pengalaman, memperluas wawasan, dan memperkuat komitmen koperasi dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, peserta retreat meninjau langsung kegiatan serta tata kelola Koperasi Desa Mandiri Produktif (KDMP) Kanreapia. Mereka juga menerima arahan dari Kepala Desa Kanreapia sekaligus Ketua Pengawas KDMP Kanreapia H Rusli Yusuf, yang menekankan pentingnya membangun sinergi antara pengurus koperasi dan pemerintah desa.
“Sinergitas yang telah kami bangun antara pengurus dan pemerintah, juga semangat yang didasarkan pada keikhlasan, sehingga KDMP Kanreapia dapat menjadi KDMP percontohan di Sulawesi Selatan,” ujar H Rusli Yusuf.
Saat ini KDMP Kanreapia mengelola sepuluh unit usaha yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu potensi unggulan adalah sektor pertanian, khususnya jual beli sayur. Dengan produksi harian mencapai 80 hingga 100 ton berbagai jenis sayuran, KDMP Kanreapia tampil sebagai mitra strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung rantai pasok di Sulawesi Selatan.
Lebih lanjut, KDMP Kanreapia membuka peluang kolaborasi dengan KKMP se-Kota Makassar guna memperluas jaringan usaha dan menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan.
“KDMP Kanreapia telah menjalankan sepuluh unit usaha, salah satunya potensi desa dari jual beli sayur yang mampu memproduksi hingga 100 ton per hari. Maka dari itu, kami membuka ruang bagi KKMP Kota Makassar untuk dapat bekerja sama dengan KDMP Kanreapia,” jelas H Rusli Yusuf.
Dengan langkah tersebut, KDMP Kanreapia diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat desa, serta menjadi model koperasi mandiri dan produktif yang dapat direplikasi di wilayah lain di Sulawesi Selatan. (*)












