MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar menawarkan mega proyek pembangunan Stadion Untia ke calon investor.
Skema investasi memang paling memungkinkan untuk membangun sebuah stadion berstandar internasional dengan nilai ratusan miliar.
Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, proyek itu pun ditawarkan dalam Forum Final South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) yang difasilitasi Bank Indonesia Perwakilan Sulsel.
SSIC merupakan sebuah forum percepatan investasi, perdagangan, dan pariwisata. Melalui forum SSIC, pemerintah daerah menawarkan proyek-proyek unggulan untuk difasilitasi ke pihak investor.
Ada enam daerah yang masuk ke babak final. Salah satunya adalah Kota Makassar.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menjelaskan, pihaknya menawarkan Stadion Untia karena merasa pentingnya kehadiran stadion bertaraf internasional di Makassar.
Sangat ironi jika Makassar yang dikenal sebagai kandang PSM yang legendaris tidak memiliki stadion.
Untuk membangun stadion bukan perkara mudah karena butuh anggaran yang sangat besar.
APBD Kota Makassar cukup sulit untuk menopang kebutuhan anggarannya secara utuh. Karena itu, dibutuhkan investor yang mau berkolaborasi dengan Pemkot Makassar untuk menghadirkan Stadion Untia.
Appi, sapaan akrabnya, secara khusus membawakan presentasi terkait rencana pembangunan stadion tersebut di hadapan sejumlah dewan juri.
Dalam pemaparannya, Munafri menggarisbawahi urgensi pembangunan stadion baru. Sejak 2020, Makassar mengalami kekosongan infrastruktur olahraga, khususnya stadion yang layak digunakan untuk pertandingan nasional dan internasional.
“Akibatnya, klub legendaris PSM Makassar harus mencari markas sementara di luar kota. Padahala, Kota Makassar adalah kota metropolitan terbesar di Indonesia Timur,” bebernya, Senin (4/8).
Ia pun berharap proyek ini bisa menjadi salah satu ikon baru Makassar yang tidak hanya membanggakan secara fisik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga kota.
“Kami tidak hanya membangun stadion, tetapi juga membangun harapan, peluang, dan masa depan Kota Makassar,” tutupnya optimis.
Sementara Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda menerangkan hasil presentasi proyek unggulan enam pemerintah daerah nantinya akan dikurasi oleh dewan juri dan akan dipilih satu yang akan difasilitasi untuk dicarikan investor.
“Tahun ini, kita mengumpulkan eksekutif summary dulu, baru kita sortir atau nilai, dan yang bagus akan dilombakan. Ada enam besar yang akan dipilih, tapi belum tentu yang menang akan dilirik investor. Investor tergantung pada minatnya,” imbuh Rizki.
Pada bulan Oktober mendatang, akan digelar Sulawesi Investment Forum.
“Kita akan undang wakil investor untuk bertemu dengan mereka,” tambahnya.
Selain Makassar, ada beberapa daerah lain yang ikut investment challenge ini. Diantaranya Jeneponto dengan komoditas garamnya, Parepare dengan proyek air minumnya, dan lainnya. (rhm)





