Pembangunan Sekolah Berasrama, Wujud Keberpihakan Negara bagi Anak Keluarga Tertinggal

BANJARBARU, UJUNGJARI.COM — Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pemerataan pendidikan melalui gagasan pembangunan sekolah berasrama.

Program ini menjadi bentuk nyata keberpihakan negara terhadap anak-anak dari keluarga tertinggal yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan dan minimnya harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Melalui model pendidikan berasrama, negara berupaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih utuh, aman, dan kondusif.

Tidak hanya berfokus pada aspek akademik, sekolah berasrama juga dirancang untuk mendukung pembentukan karakter, kedisiplinan, serta tumbuh kembang peserta didik secara menyeluruh.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa meskipun negara belum sepenuhnya mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh rakyat, upaya untuk memastikan kekayaan dan sumber daya negara dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat akan terus diperjuangkan.

Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penguatan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pemerataan dan keadilan sosial.

Menurut Presiden, investasi di bidang pendidikan merupakan kunci untuk memutus rantai kemiskinan dan membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu, agar dapat berkontribusi dalam pembangunan bangsa di masa depan.  (***)

Artikel Pembangunan Sekolah Berasrama, Wujud Keberpihakan Negara bagi Anak Keluarga Tertinggal pertama kali tampil pada Ujung Jari.