MAKASSAR, BKM–Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Rakyat (GR) Provinsi Sulawesi Selatan, Asri Tadda, menegaskan bahwa peluncuran Kartu Tanda Anggota (KTA) GR menjadi momentum penting yang memperjelas arah dan posisi organisasi tersebut dalam perjuangan perubahan di Indonesia.
Menurut Asri, kehadiran langsung Anies Rasyid Baswedan dalam peluncuran KTA GR di Jakarta, Rabu (17/12), sekaligus penetapannya sebagai anggota kehormatan perdana, merupakan penegasan yang tidak lagi menyisakan ruang keraguan terhadap keterkaitan Anies dengan GR.
“Momentum hari ini sangat menentukan. Dengan kehadiran Anies Baswedan dan diterbitkannya KTA anggota kehormatan nomor satu, maka secara terbuka dan terang-benderang Gerakan Rakyat menunjukkan jati dirinya,”ujar Asri Tadda, Kamis (18/12).
Ia menilai, sejak awal GR dibangun sebagai ruang konsolidasi bagi warga yang menginginkan perubahan, keadilan sosial, dan pemerintahan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.
Konsistensi tersebut, kata Asri, kini memasuki fase baru dengan dibukanya keanggotaan secara resmi kepada masyarakat luas.
Asri menyebut, selama dua tahun terakhir GR telah bekerja membangun struktur organisasi hingga ke seluruh wilayah Indonesia.
Kehadiran KTA, lanjutnya, bukan sekadar simbol administratif, melainkan penanda kesiapan organisasi untuk bergerak lebih rapi, tertib, dan terstruktur.
“Ini bukan gerakan spontan. Struktur DPW sudah terbentuk di seluruh provinsi dan DPD hadir di kabupaten dan kota. Peluncuran KTA menjadi tanda bahwa kerja-kerja organisasi kini memasuki babak konsolidasi nasional,”jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa GR tidak dibangun untuk kepentingan segelintir elit, melainkan sebagai wadah partisipasi rakyat lintas profesi dan latar belakang.
Hal itu tercermin dari penyerahan KTA secara simbolis kepada perwakilan masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari pekerja sektor informal hingga pendidik.
Lebih jauh, Asri menyampaikan bahwa GR ke depan tidak hanya akan bergerak di bidang sosial kemasyarakatan, tetapi juga tengah menyiapkan langkah politik secara konstitusional.
Menurutnya, pembentukan partai politik yang terpisah dari ormas menjadi bagian dari ikhtiar memperjuangkan aspirasi rakyat melalui jalur demokrasi.
“Insya Allah sedang dipersiapkan Partai Gerakan Rakyat. Ormas Gerakan Rakyat akan menjadi organisasi pendiri, sementara partai akan menjadi instrumen politiknya. Keduanya berjalan terpisah tetapi memiliki semangat perjuangan yang sama,” ungkap Asri.
Ia berharap seluruh kader dan simpatisan GR, khususnya di Sulsel semakin solid menjaga barisan, memperkuat kerja-kerja kerakyatan, serta tetap menjunjung etika perjuangan yang santun dan bermartabat.
“Ini adalah gerakan jangka panjang. Kita ingin Indonesia yang lebih adil, lebih setara, dan lebih berpihak kepada rakyat kecil. Dan perjuangan itu dimulai dari kedisiplinan organisasi dan ketulusan niat,”tutup Asri. (rif)






