MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menginstruksikan seluruh Perusahaan Daerah (Perusda) lingkup Pemerintah Kota Makassar untuk menerapkan sistem digitalisasi secara maksimal.
Menindaklanjuti instruksi tersebut, Perumda Pasar Makassar Raya mengambil langkah konkret dengan menerapkan transaksi non tunai di pasar-pasar tradisional.
Untuk tahap awal, transaksi non tunai akan dilakukan di Pasar Daya, Kecamatan Biringkanaya.
Pelaksana Tugas Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arief mengatakan, digitalisasi pembayaran ini akan mempermudah dan mempercepat transaksi.
Pembeli juga tidak perlu lagi membawa uang tunai dengan jumlah yang besar saat belanja di Pasar tradisional.
“Kami memulai di pasar Daya dulu. Kita coba melihat kemungkinan dan bagaiamana proses pasar itu sendiri (menggunakan Qris),dari pedagangnya, pembelinya, respon dari mereka akan kita lihat. Tapi pada prinsipnya pembayaran non tunai memang harus diterapkan,” ucap Ali Gauli Arief.
Ke depan masing-masing pedagang akan memiliki barcode Quick Respone Code Indonesia Standard (QRIS) dalam melayani pembeli.
Masyarakat yang hendak membayar cukup menscan barcode yang tersedia di masing-masing lods pedagang Pasar Daya.
Kata Ulli-sapaannya, digitalisasi keuangan pada dasarnya sudah diterapkan Perumda Pasar saat ia masuk pada April lalu.
Manajemen keuangan sudah mulai tertata baik dengan menggunakan bantuan teknologi informasi.
Kini Perumda Pasar menyasar pasar tradisional untuk membiasakan masyarakat dan pedagang bertransaksi menggunakan Qris.
Selain memudahkan pembayaran, menurutnya transaksi non tunai ini juga akan mencegah kebocoran.
Biaya harian maupun tahunan yang dibebankan kepada pedagang nantinya akan dibayar melalui aplikasi pembayaran yang terintegrasi dengan Qris.
“Ini kami pastikan akan mencrgha kebocoran, jelas lebih transparan menggunakan non tunai untuk pembayaran di level pedagang berupa jaspro (jasa produksi), retribusi, semua bisa dilakukan by aplikasi,” paparnya.
“Mudah-mudahan bulan ini kita bisa mulai di Daya, sekarang tim turun mendata untuk level pedagang, nanti hanya memasang barcode disana,” sambungnya.
Adapun total perdagang di Pasar Daya diperkirakan mencapai 500.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin telah memanggil seluruh jajaran direksi untuk mempercepat berjalannya digitalisasi dalam operasional perusahaan.
Orang nomor satu Makassar itu mengatakan, sistem digitalisasi dan keterbukaan informasi adalah pondasi penting untuk membangun kepercayaan publik dan meningkatkan kontribusi BUMD terhadap pendapatan daerah.
“Sehingga pentingnya digitalisasi sistem pembayaran dan peningkatan tata kelola yang transparan dalam setiap aktivitas BUMD di Makassar,” tuturnya.
Appi mengajak seluruh direksi untuk terus berinovasi dan memastikan bahwa setiap langkah membawa manfaat bagi masyarakat dan keuangan daerah.
Politisi Golkar itu menyampaikan bahwa seluruh pembayaran ke depan akan dilakukan secara digital, tanpa lagi menggunakan uang tunai.
“Sistem digitalisasi dan perangkat jalan, jadi tidak ada lagi pembayaran cash,” tegas Munafri. (rhm)






