GOWA, UJUNGJARI.COM — Bimbingan tehnik (bimtek) Membaca Nyaring yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusarsip) Kabupaten Gowa selama tiga hari di aula Perpustakaan Daerah Kabupaten Gowa di Jl Mesjid Raya, pada Rabu (11/6) lalu, dilaksanakan tiga sesi.
Sesi atau hari pertama diikuti sekira 50-an peserta dari kalangan guru, hari kedua diikuti 50-an orang kalangan pegiat literasi atau pustakawan dan hari ketiga diikuti para orang tua siswa sebanyak 50 orang.
Pada hari ketiga yang berlangsung Jum’at (13/6) yakni pada sesi para ibu-ibu rumahtangga sebagai peserta, interaksi para orang tua siswa ini cukup tinggi. Bahkan para pemateri yakni Ahmad Ilham dari Widya Iswara BPSDM Sulsel (Dasar Membaca Nyaring), Nisfu dari fungsional Madya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel (Tehnik Membaca Nyaring) dan Kory Batara T juga seorang fungsional Madya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel (Membacakan Nyaring atau Read Aloud) mengaku suka dengan audiens peserta yang begitu interaktif bertanya bahkan saat mempraktekkan membaca nyaring.
Peserta paling interaktif sharing ketika pemateri Nisfu yang memandu di sesi akhir. Para peserta terlihat sangat tertarik dengan gaya dan lagak Nisfu menyampaikan materinya. Kadang diselingi gaya mendongeng yang membuat peserta jadi suka.

Pertanyaan pun mengalir seputar kebiasaan para peserta khususnya kalangan orang tua dalam kehidupan sehari-hari di rumahnya. Seperti ditekankan oleh pemateri Nisfu bahwa tehnik membaca nyaring itu adalah membaca dengan intonasi jelas, memperhatikan tanda baca, volume suara, nada suara, mimik dan ekspresi yang sesuai dengan bacaan.
Nisfu menyebutkan, membaca nyaring itu penting sebab membangun budaya literasi. Nisfu juga mengatakan dari hasil survey menyatakan Indonesia ada di peringkat 74-79 negara tentang kecakapan membaca dan data lain menyebutkan bahwa satu dari dua peserta didik belum mencapai kompetensi minimum literasi.
Karena itu menurut Nisfu, masyarakat khususnya orang tua siswa sebagai orang yang paling dekat dengan anak harus bisa membaca nyaring tentunya dengan segala tehniknya.
“Membaca nyaring ini dianggap metode belajar terbaik di jenjang SD karena menarik, mudah diterapkan dan menyenangkan. Makanya, jika orang tua ikut bergerak di rumah dan jika sudah tahu tehnik membaca nyaring, maka pasti interaksi anak akan muncul, ” kata Nisfu.
Dikatakan Nisfu, membaca nyaring itu sudah mendunia (internasional). Dan di Gowa baru ada kegiatan baca nyaring yang menghadirkan guru, pegiat literasi dan orang tua siswa. Nisfu mengatakan, kegiatan ini sangat bagus agar semua elemen masyarakat mampu menerapkan membaca nyaring.
“Membaca nyaring itu bukan harus nyaring senyaring-nyaringnya tapi penuh dengan ekspresi, penuh intonasi, ada mimik. Baca nyaring itu beda tipis dengan bertutur dan berdongeng. Bedanya cuma, pada baca nyaring kita harus pegang buku. Yang harus kita perhatikan saat baca nyaring adalah mimik. Dan saat baca nyaring jangan memenggal kalimat. Karena audiens akan menyambungnya dengan kata lain.. semisal pak beddu sakit gi… (kalimatnya dipenggal, red).. Maka audiens akan menyambungnya dengan kata gila.. Padahal sambung katanya adalah gigi, ” jelas Nisfu.
Materi bertajuk sama disampaikan Ahmad Ilham dan Kory Batara. Seperti dikatakan Kory, dalam membaca nyaring tidak apa-apa dilakukan improv asal tidak keluar dari buku yang dibaca.
“Perlu diingat, dalam membaca nyaring ini, kita harus membacakan buku yang sesuai dengan usia anak sehingga punya daya tarik. Jika buku yang dibacakan tidak sesuai usia anak maka daya nalar anak tidak akan sampai. Imajinasi anak tidak akan bertambah, ” jelas Kory Batara.
Hilda, salah seorang ibu rumah tangga peserta bimtek asal Desa Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu, mengaku sangat senang dengan mengikuti kegiatan ini.
Menurut ibu empat anak ini, banyak sekali pelajaran yang didapatkannya terutama bagaimana dia sebagai ibu rumah tangga mampu memilih bacaan yang tepat untuk anak-anaknya. Hilda juga sudah bisa membedakan karakter anaknya sesuai dari pemilihan buku yang dilakukannya.
“Kalau berbicara soal trik dalam tehnik membacakan suatu bacaan kepada anak-anak adalah pertama memilih bacaan yang tepat, mengikuti daya paham anak-anak apalagi anak-ank sekarang kebanyakan gunakan gadget. Saya yakin, dengan tahu tehnik membaca nyaring, anak-anak akan lebih menyimak dan mudah mencerna, ” kata wanita berusia 33 tahun ini. –
Artikel Membaca Nyaring Tumbuhkan Daya Nalar dan Imajinasi Anak, Peserta Bimtek Senang Dapat Wawasan Baru Tentang Literasi pertama kali tampil pada Ujung Jari.





