Maestro Gendang Daeng Serang Dakko Bicara Pelestarian Budaya dan Pengembangan Bakat Anak Muda

BERITAKOTAMAKASSAR.COM — Daeng Serang Dakko adalah seorang maestro gendang terkemuka Sulawesi Selatan. Ia berbagi pengalaman dan pandangannya tentang pentingnya pelestarian budaya dan pengembangan bakat anak muda.

Lahir di Desa Kalase’rena pada 31 Desember 1939, Daeng Serang Dakko telah mengabdikan dirinya untuk melestarikan dan mengembangkan budaya Sulawesi Selatan. Ia adalah pendiri Sanggar Alam Serang Dakko, sebuah sanggar seni yang berdiri sejak tahun 1990 di Kelurahan Benteng Somba Opu.

Sang maestro mengungkapkan bahwa ia memiliki kemampuan untuk membuat dan memainkan berbagai alat musik tradisional, seperti gendang, seruling, dan lain-lain. Menurutnya, untuk sukses di bidang kesenian, seseorang harus memiliki kemampuan yang serba bisa dan mampu menguasai berbagai alat musik.

Menurut Daeng Serang Dakko, pelestarian budaya sangat penting untuk menjaga identitas dan kekayaan budaya Sulawesi Selatan. Ia menekankan bahwa anak muda harus memahami dan melestarikan budaya mereka sendiri sebelum mempelajari budaya lain.

“Pappasang, pelajari dulu budayamu sendiri baru pelajari budayanya orang. Supaya semua kesenian ini tidak hilang dari peninggalan nenek moyang kita digenerasi kita,” ujar Daeng Serang Dakko.

Daeng Serang Dakko juga menekankan pentingnya pengembangan bakat anak muda dalam bidang seni. Ia berpendapat bahwa anak muda harus diberikan kesempatan untuk mengembangkan bakat mereka dan melestarikan budaya.

“Sanggar ini menerima siswa tidak memungut biaya apapun yang penting betul-betul mau melestarikan dan menjaga budaya. Jadi silahkan datang,” ujar Daeng Serang Dakko.

Sanggar Alam Serang Dakko telah menjadi tempat penting bagi pengembangan bakat anak muda dan pelestarian budaya Sulawesi Selatan. Daeng Serang Dakko sendiri telah diangkat sebagai maestro dan diundang ke Istana Negara pada tahun 2006.

Dalam kesempatan yang sama, Daeng Serang juga berbagi tentang cara mempromosikan seni kepada masyarakat. Menurutnya, cara mempromosikan seni yang efektif adalah dengan membuktikan langsung kepada masyarakat.

“Begini, karena anggota saya itu di mana-mana, kayak mahasiswa di sini kuliah di mana-mana, ilmulah yang didapatkan di sini dari saya. Banyak sekali orang luar seperti Australia dan negara lain datang berkunjung ke Sanggar Alam Serang Dakko ini,” tuturnya.

Karena itu, ia berharap bahwa anak muda dapat memahami pentingnya pelestarian budaya dan pengembangan bakat dalam bidang seni. Sanggar Alam Serang Dakko juga dapat terus menjadi tempat penting bagi pengembangan bakat anak muda dan pelestarian budaya Sulawesi Selatan. (mg3-mg4)

source