MAKASSAR, BKM–Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Makassar, Mesakh Raymond Rantepadang, menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan kota.
Mesakh menilai antusiasme masyarakat terhadap kebijakan pendidikan menunjukkan bahwa kebutuhan dasar ini benar-benar menyentuh kepentingan rakyat.
Menurut Mesakh yang juga Anggota DPRD Makassar ini menyoroti persoalan yang muncul dalam penerimaan peserta didik baru, terutama sistem zonasi berdasarkan domisili. Menurutnya, sejumlah anak terpaksa tidak tertampung di sekolah negeri lantaran kapasitas terbatas atau jarak sekolah yang terlalu jauh dari tempat tinggal.
”Ini yang perlu dipikirkan pemerintah hari ini, sebab semua anak wajib sekolah. Tidak boleh ada anak di Makassar yang tertinggal hanya karena alasan jarak atau kuota,” tegas Mesakh, Kamis (21/8).
Politisi asal Daerah Pemilihan (Dapil) IV Makassar ini juga menekankan masih kurangnya fasilitas pendidikan, khususnya sekolah menengah pertama (SMP), di beberapa kawasan. “Contoh di Dapil saya, SMP masih kurang di kawasan Pampang Panaikang misalnya, jangkauan sekolah menengah masih jauh dan menyulitkan warga,” ungkapnya
Bagi Mesakh, langkah pemerintah menyediakan layanan gratis adalah progres positif, tetapi belum menjawab keseluruhan persoalan. “Kebijakan harus benar-benar menyentuh akar masalah. Pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan program, tapi juga harus memastikan ketersediaan fasilitas agar setiap anak di Makassar punya kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan berkualitas,” tuturnya. (ita/rif)






