Kunjungi Sekolah Rakyat di Makassar, Mensos Sebut Anak-anak Istimewa dan Hebat

MAKASSAR, BKM — Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 23 Makassar yang berlokasi di Jalan Salodong, Sentra Wirajaya, Kota Makassar, Jumat 5 September 2025. Sekolah rakyat ini didirikan pada 14 Juli 2025, dan menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menyediakan akses pendidikan setara bagi anak-anak dari berbagai latar belakang.

Dalam kunjungannya, Mensos menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas perkembangan positif yang ditunjukkan para siswa. Ia menilai anak-anak di sekolah rakyat mampu beradaptasi dengan baik meskipun awalnya menghadapi tantangan, terutama terkait penyesuaian dengan sistem berasrama.

“Anak-anak ini istimewa, mereka hebat. Kalau kita arahkan dan didik dengan benar, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang tangguh,” ujar Gus Ipul, sapaan akrab Mensos Saifullah Yusuf.

Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dan kolaborasi semua pihak, mulai dari kepala sekolah, guru, wali kelas hingga wali asrama, demi keberlanjutan pendidikan di sekolah rakyat.

Mensos mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan, khususnya terkait tenaga pengajar di bidang tertentu seperti matematika. Namun, ia memastikan kekurangan tersebut dapat diatasi sementara dengan bantuan guru lain, sembari pemerintah terus membuka seleksi tenaga pendidik tambahan.

“Ini kali kedua saya datang ke sini. Waktu pertama kali belum ada penyelenggaraan Sekolah Rakyat, sekarang sudah berjalan dan saya bersyukur mendapat laporan dari kepala sekolah, para guru, dan kepala sentra yang mendukung penyelenggaraannya. Alhamdulillah, semuanya berjalan baik,” ujar Gus Ipul.

Mensos menilai salah satu tantangan terbesar pada awal penyelenggaraan adalah adaptasi siswa dengan sistem sekolah berasrama. “Anak-anak kita masih ada yang kangen orang tua atau terbiasa dengan pola hidup di rumah. Tapi pelan-pelan, mereka mulai bisa menyesuaikan diri. Saya bangga karena kepercayaan dirinya mulai muncul. Kalau diarahkan dengan benar, mereka akan menjadi generasi tangguh,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa praktik baik yang sudah berjalan di sekolah ini harus terus dilanjutkan, sementara kekurangan yang masih ada perlu diperbaiki. Hal tersebut tercermin dari meningkatnya kepercayaan diri siswa dan pemahaman mereka terhadap proses pembelajaran.

Mensos juga menyoroti latar belakang siswa yang beragam. Untuk menyamakan kemampuan, para guru dan kepala sekolah menerapkan masa matrikulasi sekitar tiga bulan sebelum masuk ke pembelajaran reguler. Dari laporan yang diterima, proses ini berjalan lebih cepat dari perkiraan, sehingga ia mengapresiasi hasil yang dicapai sejauh ini.

Gus Ipul menekankan pentingnya konsistensi, kesabaran, dan empati dari seluruh pihak yang terlibat. “Dinamikanya pasti ada karena kita mendidik anak-anak dengan latar belakang berbeda. Maka harus ada kesediaan berkolaborasi antara kepala sekolah, guru, wali asrama, dan semua pihak yang terlibat,” katanya.

Meski ada kemajuan, Mensos tidak menutup mata terhadap keterbatasan sarana prasarana dan kebutuhan tenaga pendidik. Ia memastikan kekurangan tersebut akan terus dicarikan solusinya. Pemerintah, kata dia, berupaya bekerja sekeras mungkin agar kebutuhan sekolah bisa terpenuhi.

Untuk tenaga pengajar, Gus Ipul menyebut jumlahnya relatif cukup meski masih ada beberapa kekurangan, seperti guru matematika. “Ada yang kurang tapi masih bisa di-back up oleh guru lain. Sampai sekarang kita masih melakukan seleksi untuk menambah tenaga pengajar,” jelasnya.

Mensos menegaskan pemerintah akan terus mengikuti perkembangan Sekolah Rakyat yang kini sudah tersebar di berbagai daerah. “Saya ikuti terus perkembangan Sekolah Rakyat di 100 titik. Meski ada hambatan, semuanya pelan-pelan bisa diatasi. Konsistensi dan kolaborasi menjadi kunci,” pungkasnya.

Salah satu siswi, Naila S yang berusia 12 tahun, mengungkapkan rasa syukurnya bisa bersekolah di tempat ini. “Saya sangat senang karena bisa ditanggung Sekolah Rakyat. Saya ingin jadi guru supaya bisa mengajari anak-anak yang tidak mampu. Teman-teman baik, guru-guru baik, asrama juga baik. Semoga Sekolah Rakyat ini menjadi lebih baik,” tuturnya.

Kunjungan Menteri Sosial ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam memajukan pendidikan inklusif dan berkualitas, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia. (mg3-mg4-jun)

source