PAREPARE, BKM — Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare sekaligus Sekretaris Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS) Kota Parepare Fitriani HS meraih juara tiga nasional diajang
Apresiasi GTK Tahun 2025 kategori Pelopor Komunitas Belajar Pengawas Sekolah baru-baru ini.
Kegiatan ini sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan dan mengharumkan nama Kota Parepare di tingkat nasional. Penghargaan diberikan atas keberhasilannya membangun dan menggerakkan Program Cerdas, sebuah inovasi yang menempatkan pengawas sekolah sebagai pembelajar sepanjang hayat sekaligus motor penggerak budaya refleksi.
Program Cerdas, yang merupakan akronim dari Catatan Evaluasi, Refleksi, dan Aksi Sepekan dikembangkan berdasarkan pengalaman lapangan dalam mengelola MKPS.
Dalam pengamatannya, MKPS memiliki potensi besar sebagai pusat pembelajaran profesional, namun kegiatan yang berlangsung cenderung masih bersifat administratif. Pertemuan rutin lebih banyak berfokus pada laporan dan koordinasi, sementara ruang dialog, refleksi, dan berbagi praktik baik belum terbangun secara optimal. Melihat kondisi ini, merasa perlu menghadirkan wadah yang mampu mendorong kebiasaan refleksi yang sistematis dan kolaboratif.
Cerdas hadir sebagai solusi sederhana namun efektif. Setiap hari Jumat, seluruh pengawas sekolah Kota Parepare membuat catatan mingguan yang terdiri dari tiga bagian: evaluasi pendampingan sepekan, refleksi terhadap praktik yang berjalan, serta rencana aksi perbaikan untuk minggu berikutnya.
Catatan-catatan tersebut tidak hanya dikumpulkan, tetapi juga mendapat tanggapan dari rekan sejawat melalui diskusi luring maupun daring. Dengan demikian, Cerdas tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi ruang belajar yang hidup, saling menguatkan, dan berbasis pada pengalaman nyata.
Program ini juga melibatkan pemanfaatan teknologi digital secara optimal. Dokumentasi refleksi dipublikasikan dalam bentuk notulen Cerrdas Mingguan dan dibagikan melalui media sosial dan microsite MKPS. Langkah ini bukan hanya memperluas jangkauan pembelajaran, tetapi juga membangun arsip pengetahuan yang dapat diakses kapan pun oleh para pengawas. Cerdas menjadikan setiap pengalaman pendampingan sebagai sumber belajar, sehingga pengawas tidak hanya menganalisis data, tetapi juga meningkatkan kualitas pikir dan tindak melalui refleksi yang bermakna.
Dampak Cerdas terlihat jelas pada perubahan perilaku profesional pengawas sekolah. Budaya menulis refleksi mingguan kini tumbuh kuat, komunikasi antar pengawas semakin cair, dan diskusi terkait strategi peningkatan mutu sekolah berlangsung lebih hidup. Program ini juga menjadi pemantik lahirnya berbagai inovasi supervisi, seperti penggunaan aplikasi sederhana untuk memudahkan pembinaan kepala sekolah, supervisi berbasis data mutu, hingga pembuatan laporan digital yang lebih efisien.
Peningkatan capaian mutu pendidikan Kota Parepare dalam Rapor Pendidikan menunjukkan kontribusi Cerdas secara tidak langsung. Melalui pengawasan yang semakin terarah, pendampingan yang lebih fokus, dan rencana tindak lanjut yang lebih konkret, sekolah binaan mengalami perubahan positif dari tahun ke tahun. Cerdas menjadi bukti bahwa budaya refleksi bukan hanya kegiatan tambahan, melainkan kebutuhan profesional yang mendukung kualitas layanan pendidikan
Keberhasilan Program Cerdas tidak terlepas dari dukungan rekan pengawas lainnya. Program Cerdas ini terbangun sebagai ruang aman untuk belajar, bercerita, dan menguatkan satu sama lain. Pengawas yang terus belajar akan melahirkan kepala sekolah dan guru yang juga terus bertumbuh, dan perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Seiring perjalanan program, Cerdas telah membangun ekosistem belajar yang hangat dan produktif di MKPS. Tidak ada lagi sekat antara pengawas senior dan junior; semua berdiri sebagai pembelajar yang saling melengkapi. Dokumentasi refleksi yang terkumpul juga menjadi aset penting untuk perencanaan pendampingan tahun-tahun berikutnya.
Pada akhirnya, Program Cerdas bukan hanya inovasi teknis, tetapi gerakan budaya. Cerdas mengajak para pengawas untuk hadir secara penuh dalam tugas profesionalnya melalui kebiasaan mengevaluasi, merenungi, dan bertindak. Dengan pendekatan ini, pengawas tidak sekadar menjalankan kewajiban administratif, tetapi juga menumbuhkan kesadaran reflektif yang berdampak langsung pada perbaikan mutu pendidikan.
Program Cerdas diharapkan dapat direplikasi oleh komunitas belajar guru maupun kepala sekolah sehingga ruang-ruang refleksi dan evaluasi apa pun dapat mencapai tujuannya. (mup/D)





