Kehilangan Sosok Penopang, Kenangan Andi Tenri Uji untuk Sarina Wati


‎MAKASSAR, BKM.COM–Suasana duka masih menyelimuti keluarga besar anggota DPRD Kota Makassar, Andi Tenri Uji Idris, pasca kebakaran hebat yang melanda Gedung DPRD Kota Makassar dan merenggut nyawa Sarina Wati, staf DPRD sekaligus asisten pribadi yang selama bertahun-tahun menjadi pendamping setianya

‎Kepergian Sarina bukan sekadar kehilangan staf, melainkan kehilangan seorang anggota keluarga bagi Andi Tenri. Kisah kedekatan mereka berawal dari persahabatan ibu Andi Tenri dengan ibu Sarina.

‎Selama bertahun-tahun, ibu Sarina telah dipercaya mendampingi keluarga besar politisi perempuan itu, bahkan hingga detik-detik terakhir kehidupan sang ibunda. Ketika ibu Sarina memutuskan pulang kampung untuk merawat orang tuanya, tanggung jawab itu berpindah kepada Sarina yang saat itu masih belia.

‎”Saya kenal Sarina dari ibunya. Ibunya dulu ikut sama keluarga saya, menemani sampai akhir hayatnya mamaku, waktu ibunya pulang kampung, Sarina ikut sama saya,” ungkapnya, Jumat (5/9).

‎Bahkan kuliah Sarina juga ditanggung Andi Tenri Uji Idris hingga kepercayaan itu semakin menguat ketika Andi Tenri resmi menjadi anggota DPRD Makassar. Sarina, yang kala itu sudah terbiasa mengurus keluarga Andi Tenri, akhirnya dipercaya menduduki posisi asisten pribadi dan staf pendamping. Sejak saat itu, Sarina bukan hanya bagian dari pekerjaan, tetapi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian keluarga.

‎”Sejak masuk di DPRD Sarina memang sudah jadi aspri karena sudah terbiasa mengurus saya dan keluarga dan tidak ada saya percaya kecuali dia,” katanya.

‎Kini, senyuman ramah dan perhatian Sarina tinggal kenangan. Ia menyebut Sarina sebagai sosok yang penuh ketulusan, pekerja keras, dan tidak pernah mengeluh meski harus bekerja di balik layar. Bagi politisi yang dikenal ramah itu, Sarina adalah sosok penopang di saat-saat sulit.

‎”Banyak kenangan bersama Sarina dia selalu menemani kami, suka maupun duka. Dia selalu menenangkan, penuh perhatian dengan senyuman khasnya,” ucapnya.

‎Kenangan terakhir yang membekas justru terjadi pada pagi hari sebelum tragedi kebakaran. Saat itu, Andi Tenri tengah sakit, namun harus tetap mengikuti rapat paripurna malamnya dan Sarina langsung menawarkan bantuan tenaga serta menunjukkan kepeduliannya.

‎”Subuh itu saya muntah-muntah, Sarina langsung datang pagi-pagi, dia tahu saya sakit, langsung menawarkan pijit. Perhatian sekali almarhumah,” katanya.

‎Sarina juga dikenal dekat dengan anak-anaknya, kehadirannya di rumah memberikan rasa tenang bagi sang legislator, terutama saat harus meninggalkan keluarga untuk bertugas di luar kota.

‎”Kalau saya pulang rumah dan Sarina tidak ada, pasti saya cari panggil dia. Kalau dipanggil, dia datang sambil senyum dan tertawa anak-anak saya juga dekat sekali dengan dia. Saya tenang kalau pergi karena ada Sarina di rumah menjaga anak-anak,” tuturnya.

‎Tragedi kebakaran Gedung DPRD Makassar kini tidak hanya menyisakan kerugian material, tetapi juga meninggalkan luka mendalam. Kehilangan Sarina berarti kehilangan bagian penting dalam hidupnya dan di hati keluarga besar Andi Tenri Uji Idris. (Ita)

source