TORAJA UTARA, BKM – Kegiatan Rehabilitasi Sosial Berbasis Masyarakat (RSBM) Kementerian Sosial (Kemensos) RI oleh Sentra Wirajaya Makassar kali ini menyasar puluhan penyandang disabilitas di Kabupaten Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan.
Kegiatan RSBM dikemas dalam bentuk pelatihan batik ciprat. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 19 hingga 22 November 2025.
RSBM digelar di Gedung Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Toraja yang terletak di Lembang Angin-Angin, Kecamatan Kesu, Kabupaten Toraja Utara.
Acara ini dibuka Kepala Dinas (Kadis) Sosial Kabupaten Toraja Utara, Elias Madi Parapak dan didampingi Sekretaris Dinas (Sekdis) Sosial Toraja Utara, Daud Palangaran.
Untuk Narasumber di hari pertama hadir masing-masing Kadis Sosial, Elias Madi Parapak, Kadis Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UMKM, Amos Harma Pattola, dan Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Toraja Utara, Bertha Biontong.
Dalam arahannya, Elias menegaskan jika Pemerintah Daerah Toraja Utara memberikan perhatian bagi upaya mendorong kesejahteraan bagi penyandang disabilitas.
Elias juga mengapresiasi Kemensos RI melalui Sentra Wirajaya Makassar yang melaksanakan Kegiatan RSBM ini.
“Kegiatan pemberdayaan seperti ini harus dilakukan pendampingan dari pemerintah daerah, sehingga aktifitasnya bisa berkelanjutan,” harapnya.
Setelah sesi pembukaan, para narasumber memberikan paparan materi terkait upaya menumbuhkan rasa percaya diri menuju kemandirian, keberpihakan kebijakan bagi usaha industri rumah tangga, serta penguatan kelembagaan dan teknik pemasaran bagi produk UMKM.
Sementara itu, Wahidin mewakili Kepala Sentra Wirajaya Makassar dalam arahannya lebih menegaskan tentang pentingnya pelibatan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara untuk bersama-sama menyusun rencana tindak lanjut pascapelaksanaan kegiatan RSBM.
Wahidin berharap, produksi batik ciprat oleh penyandang disabilitas di Toraja Utara sudah bisa memenuhi kebutuhan pasar yang ada.
Salah satu peserta kegiatan, Arnold merasa bangga bisa mengikuti pelatihan batik ciprat. Menurutnya, sangat mudah memahami cara dan teknik dalam membuat batik ciprat.
Arnold dan teman-temannya yang dibagi dalam tiga kelompok saat praktik di hari kedua langsung bisa membuat batik sebanyak 6 lembar.
Sebelum acara penutupan yang direncanakan pada Sabtu (22/11/25) nantinya, akan dilakukan pameran mini hasil karya membatik oleh peserta pelatihan di area Car Free Day (CFD).
Arnold bahkan berharap di acara pameran mini, produk batik cipratnya bisa menarik perhatian warga Toraja Utara di area CFD.(rls)






