Jembatan La Niang Dituding Hambat Aliran Air, Warga Geram Desak Dibongkar!

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Warga RW 2 BTP Kelurahan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, geram dengan keberadaan jembatan di depan Yayasan La Niang. Mereka menilai jembatan tersebut menghambat aliran air dan memperparah genangan di lingkungan RW 2 Perumnas BTP.

Jembatan yang dibangun pihak yayasan itu berdiri di atas lahan milik Perumnas, yang sebenarnya akan difungsikan sebagai kanal induk pengendali banjir. Namun, alih-alih membantu mengalirkan air, jembatan kecil dengan gorong-gorong sempit itu justru menutup jalur utama air hujan.

“Jembatan itu kecil sekali, gorong-gorongnya juga kecil. Belum lagi di bawahnya sudah tertimbun tanah sampai rata dengan jalan. Jadi kalau hujan air tertahan,” ujar Arifin, tokoh warga RW 2 Buntusu, Rabu (5/11/2025).

Ia mengatakan, kolong jembatan yang dulunya menjadi jalur air kini nyaris tertutup seluruhnya. “Coba lihat sekarang, kolong jembatan di La Niang sudah tertimbun tanah. Padahal itu daerah resapan air dan akan jadi kanal induk,” tambahnya.

Selain jembatan La Niang, warga juga menyoroti bangunan rumah baru yang berdiri sejajar dengan pagar sekolah. Bangunan-bangunan itu dianggap terlalu maju ke arah saluran kanal, bahkan sebagian sudah menimbun dan membuat pondasi di area yang seharusnya steril dari bangunan.

“Lahan kanal itu lebarnya sekitar 25 meter, panjangnya dari poros BTP sampai Blok AC. Sekarang sebagian sudah ditimbuni dan dibangun rumah. Harusnya kawasan itu kosong untuk aliran air,” tegas Pak Azis Warga Blok AA RW 2 Buntusu.

Masalah lain yang turut memperparah kondisi lingkungan di kawasan tersebut adalah jalan beton baru di poros Yayasan La Niang. Alih-alih membawa manfaat, proyek jalan beton itu justru menimbulkan persoalan baru bagi warga.

Ratusan rumah di Blok AA RW 2 BTP Buntusu kini kerap kebanjiran setiap kali hujan turun. Jalan yang ditinggikan membuat air tidak bisa mengalir keluar dan justru masuk ke rumah-rumah warga.

“Air yang dulu bisa mengalir ke kanal, sekarang tertahan karena jalan beton terlalu tinggi. Ditambah jembatan La Niang dan bangunan di pinggir kanal, air tidak punya jalur lagi,” keluh Azis.

Warga mendesak pemerintah kecamatan, kelurahan, dan dinas teknis segera turun tangan untuk menertibkan bangunan liar di lahan kanal serta mengevaluasi jembatan La Niang yang dianggap menyalahi aturan dan memperburuk sistem drainase kawasan tersebut.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan La Niang, Hidayat, yang dikonfirmasi terkait persoalan ini, tidak memberikan penjelasan maupun klarifikasi. Pesan WhatsApp dari media ini telah dibaca namun tidak dibalas. Saat dihubungi melalui telepon WhatsApp pribadinya, panggilan berdering namun tidak diangkat.  (drw)

Artikel Jembatan La Niang Dituding Hambat Aliran Air, Warga Geram Desak Dibongkar! pertama kali tampil pada Ujung Jari.