MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Warga RW 2 Blok AA, Perumahan BTP, Kelurahan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, mengeluhkan proyek jalan beton di poros Yayasan La Niang yang baru saja rampung dikerjakan.
Menurut warga, konstruksi jalan beton yang dinilai terlalu tinggi justru menimbulkan persoalan baru. Air hujan kini tidak lagi mengalir lancar, melainkan tergenang dan masuk ke rumah-rumah warga di RW 2.
“Dulu sebelum ada jalan beton, lingkungan kami aman dan bebas banjir. Sekarang kami kebanjiran hanya karena hujan sebentar,” ujar Azis warga Blok AA, Rabu (5/11/2025).
Ia menilai proyek jalan beton itu tidak memperhatikan sistem drainase di sekitar pemukiman. Tidak adanya gorong-gorong atau saluran pembuangan yang mengarah ke kanal besar di samping SMA 21 membuat air hujan terjebak dan menggenangi permukiman warga.
“Seharusnya sebelum jalan dicor, kontraktor memikirkan saluran airnya dulu. Karena jalan itu lebih tinggi dari rumah kami, otomatis air balik ke lingkungan,” ujar Azis.
Warga berharap pihak kelurahan dan dinas terkait segera turun tangan mengevaluasi pekerjaan proyek tersebut. Mereka juga mendesak agar dibuatkan saluran pembuangan menuju kanal agar banjir tidak terus berulang.
“Kalau dibiarkan begini, tiap hujan rumah kami pasti terendam. Kami hanya minta solusi, bukan sekadar janji,” kata warga dengan nada kesal.
Lurah Buntusu M Nasrul yang dikonfirmasi terkait hal tersebut, membenarkan jika blok AA BTP baru-baru ini terendam bajir. “Itu gara-gara proyek jalan beton di poros Yayasan La Niang terlalu tinggi, akhirnya air tertahan. Saya sudah koordinasi dengan pak Camat, dan akan menyampaikan keluhan waga ke Dinas PU,” kata M Nasrul. (drw)
Artikel Jalan Beton Baru, Masalah Baru: Ratusan Rumah di BTP Buntusu Terendam! pertama kali tampil pada Ujung Jari.





