GOWA, UJUNGJARI.COM — Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (ASS) bersama sejumlah petinggi Kodam dan Kodau hadir di Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, pada Sabtu (25/10) siang.
Kehadiran orang nomor satu di Sulawesi Selatan ini, dalam rangka melakukan panen perdana kentang yang merupakan program Mandiri Benih Kentang (MBK) yang digelontorkan pemerintah pusat dalam meningkatkan swasembada pangan nasional.
Panen perdana program MBK ini digelar di lokasi percontohan tanaman kentang milik petani bernama Azhar yang berlokasi di Kelurahan Pattapang tersebut.
Program MBK ini dilakukan dalam mendukung ketersediaan pangan benih kentang di Sulawesi Selatan yang digawangi oleh Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHBun) Sulsel.
Pada panen perdana kentang ini Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman hadir bersama Pangdam XIV Hasanuddin diwakili Letkol Inf Muh Yamin dan anggota DPRD Sulsel Rafiuddin, Plt Kadis Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHBun) Sulsel Bustanul Arifin serta Kadister Kodau II Kolonel Lek Muh ikhsan.
Selain para petinggi Sulsel, juga hadir Wakil Ketua DPRD Gowa Hasrul Abdul Rajab,
Bupati Bantaeng Fathul Fauzi Irdin serta Bupati Enrekang Muhammad Yusuf Ritangnga, Pemerintah Kecamatan Tinggimoncong, Tripika, Lurah Pattapang Alimin serta para Ketua Gapoktan se-Tinggimoncong.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman sebelum melakukan panen perdana bersama petani mengatakan, panen raya program MBK ini akan berlangsung di beberapa kabupaten di sejumlah provinsi se-Indonesia dengan target estimasi hasil panen lebih tinggi dibanding kwartal sebelumnya.

Estimasi lebih tinggi ini kata gubernur disebabkan karena kondisi cuaca sangat mendukung dan ketersediaan pupuk relatif tercukupi.
“Panen raya mandiri benih kentang akan menjadi momentum strategis dalam menjaga stabilitas pangan dan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat petani di seluruh pelosok daerah di wilayah negara Republik Indonesia, ” kata Gubernur Sulsel.
Sementara itu, menurut Plt Kadis TPHBun Sulsel Bustanul Arifin, program ini dilaksanakan guna menindak lanjuti instruksi Presiden RI terkait upaya mencapai swasembada pangan nasional di seluruh wilayah kesatuan Indonesia.
Selain itu, kata Bustanul, juga untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani serta mewujudkan ketahanan pangan nasional dan membangun potensi pertanian Indonesia.
“Paling utama dari program ini agar dapat meningkatkan semangat kerja para petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan perekonomian di kalangan para petani, ” katanya.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Gowa Hasrul Abdul Rajab (HAR) mengatakan kentang salah satu komoditas andalan Kabupaten Gowa. Dan saat ini, kentang menjadi potensi besar Gowa yang selama ini dikembangkan di dataran tinggi, salah satunya yang menjadi sentra pengembangan kentang ini adalah Kecamatan Tinggimoncong.
HAR mengaku, kentang memang potensi dikembangkan lebih besar di Gowa khususnya di wilayah Tinggimoncong dan sekitarnya. Apalagi, karena kondisi tanah dan iklim yang mendukung, tanaman umbi-umbian ini sangat cocok dikembangkan oleh petani di Gowa.
“Selain itu, pengembangan program ini akan membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat Gowa. Tentu kami berharap, yang pertama adalah pemerintah provinsi dapat menciptakan sistem pemasaran yang lebih baik guna menstabilkan harga kentang.
Kedua, tentu butuh dukungan infrastruktur jalan yang baik sehingga memudahkan transportasi petani dalam pemasaran produknya, ” kata HAR yang juga legislator Fraksi Partai Gerindra ini.
Dalam rangkaian panen perdana tersebut,. Gubernur Andi Sudirman juga menyerahkan
sertifikat sekolah peserta lapang mandiri benih kentang kepada sejumlah petani kentang di Tinggimoncong. –
Artikel Gubernur Sulsel Panen Kentang di Pattapang, HAR Harap Pemprov Bisa Stabilkan Harga dan Sistem Pemasaran pertama kali tampil pada Ujung Jari.




