MAKASSAR, BKM — Dua gedung SMA dan SMK mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem yang melanda beberapa wilayah Sulsel belakangan ini. SMKN 4 Sinjai misalnya, sekolah yang berada di pulau ini, atap tempat praktik siswa jebol diterpa angin kencang disertai hantaman ombak.
Akibatnya, siswa siswi sekolah yang berada di Pulau Harapan, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai itu tak bisa menggunakan ruangan tersebut, dan mengungsi ke tempat lain untuk sementara waktu.
Selain itu, salah satu gedung ruang belajar di SMAN 8 Takalar, tepatnya di Moncongkomba, Kecamatan Polombangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, tertimpa pohon akibat cuaca ekstrem.
Kerusakan dua sekolah ini terjadi di hari yang berbeda. Di SMKN 4 Sinjai terjadi pada Senin, 12 Januari 2026, sementara SMAN 8 Takalar pada Selasa, 13 Januari 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Iqbal Nadjamuddin, mengatakan bahwa hingga kini, dua sekolah ini yang laporannya masuk di Disdik Sulsel. Pihaknya terus memantau semua sekolah di Sulsel, baik SMA, SMK maupun SLB.
Disdik Sulsel juga mengimbau seluruh satuan pendidikan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah potensi angin kencang dan hujan berintensitas tinggi yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Sebelumnya, Disdik Sulsel juga mengambil langkah antisipatif. Sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB di seluruh Sulsel diperbolehkan melaksanakan pembelajaran daring (online) demi menjaga keselamatan warga sekolah.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 100.3.4/315/DISDIK tentang Waspada Potensi Cuaca Ekstrem pada UPT Satuan Pendidikan se-Sulsel. Surat edaran ini ditandatangani langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Iqbal Nadjamuddin.
Dalam edaran itu dijelaskan, penerapan pembelajaran daring dapat dilakukan setelah sekolah berkoordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah masing-masing, dengan penyesuaian jadwal hingga kondisi dinyatakan aman untuk kembali ke pembelajaran tatap muka.
Langkah ini diambil menyusul peringatan dini cuaca berisiko dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan potensi angin kencang dan hujan berintensitas tinggi di Sulsel selama 12–14 Januari 2026.
Selain mengatur skema pembelajaran, Disdik Sulsel juga mengimbau agar satuan pendidikan tidak menggunakan bangunan yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem, seperti rawan roboh akibat angin kencang atau terendam banjir. Imbauan ini ditujukan untuk mencegah risiko yang dapat membahayakan peserta didik, guru, maupun tenaga kependidikan.
Tak hanya itu, dalam poin kelima surat edaran tersebut, kepala UPT satuan pendidikan diminta mengaktifkan posko darurat apabila terjadi bencana di wilayah sekolah masing-masing sebagai dampak cuaca ekstrem.
“Ini demi menjaga keselamatan siswa-siswi dan guru, sekaligus mengamankan aset pembelajaran yang rentan rusak. Jika kondisi tidak memungkinkan untuk belajar tatap muka, maka pembelajaran daring menjadi solusi,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Nadjamuddin, Selasa (13/1). (jun)






