MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Figur-figur baru yang mencoba peruntungan dalam pemilihan Ketua RT/RW di Kota Makassar diprediksi harus bekerja ekstra keras. Jika tidak, mereka berpotensi tumbang di hadapan para eks RT/RW yang sudah lebih dulu dikenal dan mengakar di tengah masyarakat.
Sejumlah pengamat menilai, pemilihan RT/RW tahun ini bakal menjadi ajang pertarungan sengit antara wajah-wajah lama dengan pendatang baru. Figur baru dinilai masih minim pengalaman dan belum memiliki basis sosial yang kuat.
“Kalau pemilihan RT/RW dilakukan hari ini, mereka (figur baru) bisa habis. Mereka digilas oleh para eks RT/RW yang memang sudah mumpuni dan punya jaringan sosial luas,” ungkap Nasaruddin, salah satu pengamat sosial di Makassar, Sabtu (1/11/2025).
“Kalaupun eks RT RW era Danny Pomanto tidak maju lagi, mereka mendorong keluarga dan koleganya. Dalam beberapa hari ini saya melihat sepertti itu,” kata Nasaruddin.
“Kalau figur baru, mereka hanya berharap lurah dan panitia pemilihan. Mereka harus menempel kedua komponen itu, kalau tidak, selesai juga. Di lapangan, sudah tercium aroma tidak sehat dilingkungan warga, sudah ada upaya cekal mencekal calon RT RW dan ada wacana akan ada digugurkan sebelum masuk TPS,” pungkasnya.
Para figur baru disebut harus melakukan berbagai cara untuk merebut simpati warga, bahkan tak jarang harus melakukan manuver ekstrem untuk menyingkirkan eks RT/RW yang masih diidolakan masyarakat.
Meski begitu, peluang tetap terbuka bagi figur baru jika mampu tampil kreatif dan dekat dengan warga. Pemilih di tingkat RT/RW kini juga semakin kritis dan menilai dari kinerja serta kedekatan personal, bukan semata nama besar.
Pemilihan RT/RW di Makassar kali ini menjadi barometer dinamika politik akar rumput, yang memperlihatkan kuatnya pengaruh figur lama sekaligus tantangan berat bagi generasi baru yang ingin tampil. (drw)
Artikel Figur Baru RT/RW Hanya Berharap “Bantuan Lurah dan Panitia Pemilihan” pertama kali tampil pada Ujung Jari.








