MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Dinamika politik pasca Pilkada Makassar 2024 mulai terasa hingga ke tingkat akar rumput. Sejumlah tim sukses (timses) pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar dikabarkan ngotot ingin menguasai posisi ketua RT dan RW di seluruh wilayah kelurahan.
Mereka dinilai ingin memperpanjang pengaruh politik sekaligus menikmati hasil kemenangan yang mereka perjuangkan selama masa Pilkada 2024.
Menurut informasi yang dihimpun, sejumlah timses mulai menggerakkan pendukungnya untuk maju dalam pemilihan RT/RW yang akan digelar serentak di Kota Makassar. Motif utamanya disebut bukan semata pengabdian kepada warga, tetapi lebih pada keinginan menguasai jalur distribusi program dan anggaran di tingkat lingkungan.
“Ini ego politik yang berlebihan. Mereka ingin terus menikmati euforia kemenangan dengan cara menguasai jabatan RT dan RW,” ujar H Kurdas, praktisi kebijakan publik, Kamis (23/10/2025).
H Kurdas menilai, fenomena ini berpotensi menimbulkan gesekan di masyarakat jika tidak diantisipasi sejak dini. Ia menegaskan, jabatan RT dan RW mestinya steril dari kepentingan politik praktis.
“Kalau dibiarkan, fungsi sosial dan pelayanan warga bisa terganggu. RT dan RW bisa berubah jadi alat kepentingan politik,” katanya.
Ia juga meminta kepada Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin jangan mengintervensi pemilihan RT RW. “Kalau Makassar ini mau aman, pak Wali Kota harus netral. Karena kalau tidak, potensi gesekan sangat rawan,” pungkasnya.
“Tim sukses atau relawan itu keikhlasan, kalau berharap imbalan atau balas budi tidak perlu ngotot merbut jabatan RT RW. Intinya, jangan memaksakan kehendak. Karena tugas RT RW itu pekerjaan mulia,” pungkasnya.
Sementara itu, sejumlah warga di beberapa kecamatan di Makassar juga mulai mengeluhkan adanya intervensi dari oknum timses yang berambisi menempatkan orang-orangnya sebagai ketua RT maupun RW. Mereka khawatir jabatan yang seharusnya menjadi wadah pelayanan justru berubah menjadi arena balas jasa politik.
“RT RW itu bukan jabatan politik. Tapi sekarang jadi rebutan, karena dianggap pintu masuk menikmati program dan anggaran kelurahan,” ungkap Andi Jasruddin salah satu tokoh masyarakat Tamalanrea.
Pemerhati pemerintahan juga mengingatkan agar lurah dan panitia pemilihan RT/RW tetap menjaga netralitas dan tidak terlibat dalam permainan politik praktis.
“Kalau aparatur ikut cawe-cawe, situasi bisa makin panas. Pemerintah kota harus tegas,” ujarnya.
Pesta demokrasi tingkat lingkungan ini seharusnya menjadi momentum memperkuat partisipasi warga, bukan ajang perebutan pengaruh pasca Pilkada. Netralitas semua pihak menjadi kunci agar pemilihan RT/RW di Makassar berjalan damai, demokratis, dan bermartabat. (drw)
Artikel Ego Timses Pilkada Makassar 2024, Ngotot Kuasai Jabatan RT/RW demi Nikmati Kemenangan dan Anggaran pertama kali tampil pada Ujung Jari.











