Duta Kampus Institut Nani Hasanuddin Makassar Advokasi Kesehatan Berbasis Komunitas

MAKASSAR, BKM — Alicia Julyanti Malimbong, Duta Kampus Institut Nani Hasanuddin Makassar, kembali menunjukkan komitmennya dalam advokasi kesehatan berbasis komunitas melalui sebuah gerakan edukasi di kawasan marjinal Antang. Kegiatan ini terselenggara di Rumah Binaan yang difasilitasi langsung oleh Yayasan Muda Inspiratif Berkarya, sebuah ruang aman yang sejak awal dibangun sebagai wadah tumbuhnya harapan dan kesempatan bagi masyarakat sekitar.

Dalam agenda advokasi kali ini, Alicia bersama tim relawan menghadirkan rangkaian edukasi kesehatan yang menyentuh dua kelompok penting: anak-anak dan para ibu. Bagi anak-anak, Alicia memperkenalkan pembelajaran enam langkah cuci tangan sebagai upaya sederhana namun penting untuk mencegah penyakit yang mudah menular.

Selain itu, ia juga mengadakan kegiatan mewarnai, bukan sekadar hiburan, tetapi sebagai sarana mengasah keterampilan motorik halus, melatih koordinasi mata dan tangan, meningkatkan konsentrasi, serta memperkaya ekspresi emosional anak-anak yang jarang mendapatkan aktivitas stimulatif seperti ini.

Tak berhenti pada edukasi anak, Alicia juga memperhatikan kebutuhan kesehatan para ibu di lingkungan tersebut. Ia melakukan monitoring tekanan darah sebagai bentuk deteksi dini masalah kesehatan, terutama hipertensi yang kerap tidak disadari namun berisiko tinggi. Pendampingan ini juga disertai penjelasan ringan mengenai pentingnya mengenali tanda-tanda tubuh dan menjaga kesehatan sehari-hari dengan langkah yang sederhana dan terjangkau.

Alicia menegaskan bahwa advokasi bukan sekadar program kerja, melainkan perjalanan hati yang dipilih dengan kesadaran penuh untuk hadir di tengah mereka yang paling membutuhkan.

Di akhir kegiatan, Alicia menyampaikan bahwa perjuangan perempuan bukan hanya tercatat dalam sejarah, tetapi juga hidup dalam tindakan kecil yang dilakukan dengan keikhlasan.

“Perempuan tidak selalu membawa pedang di medan perang. Kadang ia hanya membawa buku gambar, sabun cuci tangan, dan alat tensi, namun tetap mampu mengubah dunia kecil di sekelilingnya,” ujarnya.

Seperti jejak langkah para pahlawan perempuan yang dulu menerangi jalan dengan keberanian, Alicia melanjutkan cahaya itu lewat aksi nyata. Bukan bukan lewat kata-kata yang berlebih, tetapi lewat kepedulian yang dibuktikan setiap hari. (*)

source