Dua Pekerja Asal Makassar Tewas

SIDRAP,BKM — Misteri kematian dua pria yang ditemukan dalam kondisi kritis sebelum akhirnya meninggal dunia di BTN Flamboyan, Kelurahan Lalebata, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidrap mulai menemukan titik terang.

Hasil penyelidikan awal Polres Sidrap mengarah pada dugaan kuat bahwa kedua korban mengonsumsi minuman oplosan yang diracik sendiri menggunakan alkohol 70 persen sebelum mengalami kondisi yang berujung maut.

Fakta tersebut terungkap dari keterangan sejumlah saksi yang telah dimintai keterangan oleh penyidik. Minuman yang dikonsumsi para korban disebut bukan minuman keras pabrikan yang beredar di pasaran, melainkan racikan yang dibuat sendiri dengan mencampurkan alkohol berkadar tinggi dengan bahan lain.

Ps. Kasi Humas Polres Sidrap, Ipda Andi mengungkapkan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, para korban bersama beberapa rekannya diduga mengonsumsi minuman racikan tersebut pada Senin (15/6) kemarin.
“Bukan minuman keras kemasan sebagaimana yang beredar di pasaran. Dari keterangan yang kami peroleh, mereka diduga meracik sendiri dengan menggunakan alkohol 70 persen,” ujarnya.

Keterangan para saksi itu diperkuat oleh temuan petugas saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi menemukan sejumlah wadah yang diduga digunakan sebagai tempat meracik minuman tersebut. Selain itu, ditemukan pula kemasan minuman energi yang diduga dicampurkan ke dalam racikan alkohol tersebut.

Penyidik menduga sedikitnya enam orang berada di lokasi dan turut terlibat dalam aktivitas mengonsumsi minuman racikan tersebut. Namun hingga kini polisi masih mendalami peran masing-masing dan memastikan kronologi lengkap kejadian.

Tak berselang lama setelah mengonsumsi minuman tersebut, dua pria asal Kota Makassar yang bekerja di Kabupaten Sidrap dilaporkan mengalami penurunan kondisi kesehatan secara drastis. Keduanya sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Meski arah penyelidikan mulai mengerucut pada dugaan konsumsi alkohol oplosan, aparat kepolisian belum menyimpulkan secara resmi penyebab pasti kematian kedua korban. Penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan, termasuk kemungkinan adanya analisis medis dan laboratorium terhadap barang bukti yang ditemukan.

Polisi menegaskan bahwa seluruh fakta yang terungkap saat ini masih merupakan bagian dari proses penyelidikan yang terus berjalan. Kasus ini menjadi pengingat serius akan bahaya konsumsi minuman oplosan yang tidak memiliki standar keamanan maupun takaran yang jelas. Penggunaan alkohol berkadar tinggi yang tidak diperuntukkan untuk konsumsi dapat menimbulkan dampak fatal bagi kesehatan, mulai dari keracunan berat, kerusakan organ vital, hingga kematian.

Tragedi di BTN Flamboyan ini pun menambah daftar panjang kasus kematian yang diduga berkaitan dengan konsumsi minuman oplosan. Di balik segelas racikan yang dianggap biasa oleh sebagian orang, tersimpan risiko besar yang dapat berujung pada hilangnya nyawa dalam waktu singkat. (ady/C)

source