MAKALE, BKM–Sejumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tana Toraja menegaskan bila pihaknya menolak kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
Penolakan kenaikan tarif disampaikan legislator Nasdem selaku Anggota DPRD Kabupaten Tana Toraja Semuel Eban Kalebu Mundi, legislator Gerindra Marten Tarkbua, legislator Golkar Agustinus Patinggi, serta tiga legislator Demokrat Jumedi Pawarang, Esra Padatu dan Sunarto Parrangan bersama Sekwan Damoris Sembiring usai menerima pengunjuk rasa dari mahasiswa Aliansi Cipayung Tana Toraja yang secara tegas menolak kenaikan tarif PBB-P2.
Menurut Eban, kenaikan tarif pajak memantik gerakan penolakan di tanah air lantaran membebani masyarakat berpenghasilan rendah.
“Menolak kenaikan tarif PBB-P2 wujud komitmen anggota dewan berada di barisan rakyat. Penolakan tersebut merupakan keputusan bersama dan bukan hanya pendapat individu,”ujar Eban.
Sebelumnya, aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Cipayung memprotes kenaikan tarif PBB-P2 di DPRD Tana Toraja nyaris ricuh.
Demo awalnya berjalan kondusif, namun memanas setelah mahasiswa membakar ban bekas diberanda DPRD Tana Toraja potensi memicu kebakaran kantor dewan dihalangi petus kepolisian TNI dan staf dewan (gus/rif/d).





