DPP Golkar Belum Berikan Bocoran, Berpeluang Aklamasi

MAKASSAR, BKM–Hingga kini Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar belum memberikan bocoran arah dukungan kepada salah satu figur Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Sulsel.
Sejumlah figur tetap diperbincangkan seperti Taufan Pawe (TP), Munafri Arifuddin alias Appi, Andi Ina Kartika Sari, Adnan Purichta Ichsan, dan Ilham Arief Sirajuddin (IAS).
Belakangan, Supriansa juga masuk dalam radar elite partai berlambang pohon beringin itu.

Melihat kondisi tersebut, Ketua Harian DPD I Golkar Sulsel, Kadir Halid, memperkirakan Musda kali ini berpotensi besar kembali berakhir secara aklamasi seperti periode sebelumnya.
Menurut Kadir Halid, kecenderungan aklamasi bukan hal baru di tubuh Partai Golkar. Pola itu kerap terjadi di beberapa provinsi setelah DPP memberikan sinyal dukungan kepada satu kandidat tertentu.
“Kalau kita lihat pola di provinsi lain, hampir semuanya aklamasi. Jadi bisa saja Sulsel juga begitu. Tapi kalau aklamasi, berarti memang sudah ada sinyal dari DPP bahwa itu calon yang dipilih. Sampai sekarang, sinyal itu belum muncul,” ujar Kadir, Selasa (14/10).
Kadir mencontohkan, pengalaman serupa pernah terjadi pada Musda sebelumnya ketika dirinya menjabat ketua steering committee. Saat itu empat calon sempat mendaftar, namun akhirnya sepakat memilih satu nama secara mufakat.

“Dulu empat orang daftar, tapi akhirnya duduk bersama dan sepakat aklamasi. Jadi bisa saja pola seperti itu terulang lagi,” ujarnya.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa Musda tetap akan melalui proses formal sesuai mekanisme partai. Hingga kini, tahapan resmi belum diumumkan karena DPP Golkar belum menetapkan jadwal pelaksanaan.
“Pak Taufan Pawe memberi sinyal Musda akan digelar sebelum Desember. Tapi semua tetap menunggu keputusan DPP,” jelas Kadir.
Kadir mengingatkan bahwa dalam kontestasi pemilihan ketua, faktor komunikasi dengan DPP menjadi penentu utama. Meskipun dukungan DPD II di tingkat kabupaten dan kota memiliki pengaruh signifikan, keputusan akhir tetap berada di tangan pusat.

“Hal yang paling urgen itu tetap komunikasi langsung ke DPP. Dukungan DPD II penting, tapi kalau DPP sudah memberi sinyal ke satu nama, biasanya daerah akan ikut,”katanya.
Meski Appi sebelumnya telah mendapatkan dukungan sekitar 17 DPD II. Tapi yang paling penting, apakah dukungan itu akan mendapat respons positif dari DPP?” ucapnya.
Selain Appi, nama Andi Ina Kartika Sari yang kini menjabat Bupati Barru sekaligus Bendahara Golkar Sulsel juga semakin diperhitungkan. Menurut Kadir, Andi Ina mendapat dorongan kuat dari dua tokoh senior DPP, Idrus Marham dan Muhiddin.
“Ibu Andi Ina itu tidak pernah menyosialisasikan diri atau punya ambisi pribadi. Tapi beliau didorong langsung oleh Pak Idrus Marham dan Pak Muhiddin. Dorongan itu murni dari atas, bukan karena keinginan pribadi,” jelasnya.

Sementara itu, kandidat lain seperti Adnan Purichta Ichsan, Ilham Arief Sirajuddin, dan Supriansa juga intens membangun komunikasi dengan elite nasional untuk mengamankan dukungan pusat.
Kadir menegaskan, siapa pun yang akan menakhodai Golkar Sulsel harus memiliki visi besar untuk mengembalikan kejayaan partai di Sulawesi Selatan, termasuk merebut kembali kursi Ketua DPRD Sulsel yang sempat hilang.
“Golkar Sulsel harus solid. Ketua terpilih nanti bukan hanya diterima internal partai, tapi juga punya kemampuan mengonsolidasikan kekuatan di daerah. Target kita jelas: memenangkan Golkar di pemilu dan menguasai DPRD Sulsel lagi,”tandasnya. (jun/rif)

source