Diprotes Peserta, Turnamen Domino Parepare Dihentikan

PAREPARE, BKM — Turnamen terbuka Domino yang dipusatkan di Alun-alun Kota, Lapangan Andi Makkasau kacau dan terpaksa dihentikan, Minggu (7/9). Kegiatan yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi dan penyaluran hobi antarpemain domino ini, justru berakhir menjadi kekecewaan besar dan protes dari peserta berbagai daerah.
Aksi protes peserta dilayangkan pertama kali saat Sabtu (6/9). Pemicunya diduga karena nama sejumlah peserta tidak muncul sementara mereka sudah menyelesaikan administasi pendaftaran. Hal itu dapat diredam setelah pantia merespon protes sejumlah peserta dengan berjanji membenahi penataan susunan bagang pertandingan.

Namun keesokan harinya Minggu (7/9) gelombang protes peserta kembali terjadi. Pemicunya lagi-lagi diduga sejumlah nama peserta menghilang. Salah seorang panitia yang berada di lokasi pun mulai ‘dikepung’ sejumlah peserta untuk menyampaikan protes dan meminta penjelasan. Namun, tak kunjung ada kepastian.

Protes dari peserta pun terus terjadi, bahkan ada salah seorang peserta tiba-tiba menarik spanduk yang terpasang di lokasi lomba. Para peserta yang Namanya hilang pun terus protes dan menuntut agar uang pendaftaran mereka dikembalikan. Tak hanya itu, mereka juga menuntut kompensasi biaya mereka selama berada di Kota Parepare mengikuti turnamen domino ini.
“Pantia tidak profesional. Kalau seperti ini, kita terlantar dan tidak ada kejelasan mengikuti pertandingan. Padahal kami sudah menstransferkan uang pendaftaran,” teriak salah seorang peserta di lokasi itu.
Mereka menilai panitia di Parepare belum siap menggelar turnamen domino besar. Ia pun mengaitkan organisasi Persatuan Olahraga Domino Indonesia (Pordi) bisa tercoreng dengan pelaksanaan turnamen domino yang kacau ini.

“Sepertinya pantia tidak siap melaksanakan turnamen domino sebesar ini. Kacau sekali. Kami sudah lama menunggu giliran bertanding, juga belum ada kejelasan,” bebernya.
Meski protes peserta dilayangkan, namun sejumlah peserta lainnya tetap memberikan saran agar tidak anarkis.
“Kita minta agar bisa difasilitasi bertemu dengan panitia. Kami hanya mau minta ada kepastikan dan kejelasan. Kalau memang tidak ada kepastian, uang pendaftaran kami dikembalikan saja,” kata salah seorang peserta dari Bulukumba.

Kekecewaan pun tampak, lantaran sejumlah peserta sudah tiba di Parepare untuk mengikuti pertandingan, namun tak kunjung bertanding. “Kami sehari sebelum pembukaan turnamen sudah berada di Parepare. Sudah sewa hotel. Belum lagi biaya bensin dan makan. Namun, belum ada kejelasan dari panitia,” ungkapnya peserta lainnya.
Bahkan, ada beberapa peserta yang mengurungkan niatnya ikut bertanding, walau pun sudah berada di lokasi turnamen domino. “Kalau kondisinya sudah kacau begini, lebih baik bubar, tidak usah ikut bertanding. Kami datang ke sini sebenarnya untuk silaturahmi dan salurkan hobi. Kalau seperti ini, sudah tidak kondusif, baiknya bubar saja,” sahut peserta lainnya sambal mengajak rekan-rekannya.
Melihat gelombang protes peserta, turnamen terbuka domino pun terpaksa dihentikan untuk mengaja kondusivitas.
Ketua panitia Anwar Saad berjanji akan mengembalikan secepatnya uang pendaftaran para peserta.

“Kami secepatnya kembalikan uang pendaftaran para peserta. Kemungkinan hari Selasa, kita kembalikan,” singkatnya di Sekretariat Panitia.
Meski begitu, sejumlah peserta pun masih memadati lokasi sekretariat panitia hingga jelang sore hari. Diketahui, Kota Parepare menjadi tuan rumah open turnamen domino diikuti sebanyak 1.492 pasang peserta dari 18 provinsi di Indonesia. Adapun panitia menyebut total hadiah yang diperebutkan pada turnamen ini mencapai Rp250 juta. (mup/D)

source