MALILI, BKM — Dewan Pendidikan (DP) Kabupatenj Lutim melaksanakan kegiatan Sarasehan Pendidikan bersama para pemangku kepentingan dengan tema Peran Strategis Orang Tua, Komite Sekolah, dan Sekolah dalam Penguatan Pendidikan Karakter Menuju Kabupaten Luwu Timur Juara di Hall Yayasan Pendidikan Sorowako, Kecamatan Nuha baru-baru ini.
Pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas, memiliki integritas, dan bertanggung jawab. Kabupaten Luwu Timur memiliki visi untuk menjadi kabupaten yang “Juara” (maju dan sejahtera), dan untuk mencapai visi tersebut, diperlukan sinergi dan kolaborasi aktif dari tiga pilar utama pendidikan, yaitu Orang Tua, Komite Sekolah, dan Sekolah.
Bupati Luwu Timur diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aini Endis Anrika membuka kegiatan sekaligus menjadi narasumber dengan tema materi “Arah Strategis Kebijakan Pendidikan Menuju Luwu Timur Juara”.
Tujuan dan harapan sarasehan pendidikan ini adalah Mengidentifikasi peran dan tanggung jawab orang tua, komite sekolah, dan sekolah dalam pelaksanaan pendidikan karakter. Merumuskan strategi kolaboratif yang dapat diterapkan dalam pembinaan karakter peserta didik baik di rumah maupun di sekolah.
Meningkatkan komitmen dan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkarakter. Dan Menghasilkan rekomendasi atau kesepakatan bersama untuk penguatan program-program pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
Sementara peserta ialah Kepala Sekolah SD & MI dan Ketua Komite SD & MI Zona Timur atau wilayah pemberdayaan PT. Vale Indonesia, dengan rincian 72 orang Kepala Sekolah SD & MI Negeri dan Swasta dan 72 orang Ketua Komite Sekolah SD & MI Negeri dan Swasta.
Aini Endis Anrika menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berkomitmen untuk terus mendukung penguatan pendidikan karakter melalui kebijakan, program, dan anggaran yang berpihak pada peningkatan mutu pendidikan. Namun, kata Endis, komitmen pemerintah tersebut harus berjalan seiring dengan peran aktif masyarakat, khususnya orang tua dan komite sekolah.
“Saya berharap melalui sarasehan ini akan lahir gagasan-gagasan baru, rekomendasi yang konstruktif, serta langkah-langkah nyata yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di satuan-satuan pendidikan kita,” imbuhnya.
“Jadikan forum ini sebagai ruang dialog yang terbuka, saling menguatkan, dan berorientasi pada solusi,” jelas Asisten I Bupati Luwu Timur ini. (rls)





