SOPPENG, BKM — Kades Tellulimpoe Darwis meraih predikat desa terbaik Pengelolaan Perpustakaan Umum Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025, berkat pengelolaan perpustakaan desa yang aktif, inklusif, dan berkelanjutan dalam meningkatkan literasi masyarakat.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, pada acara puncak jambore di Rindam Kodam XIV/Hasanuddin, Pakatto, Kabupaten Gowa, pada Sabtu (13/12).
Kades Tellulimpoe saat dihubungi BKM, Minggu (14/12) mengatakan bahwa keberhasilan ini bukan hanya keberhasilan pemerintah desa, apa lagi kepala desa akan tetapi keberhasilan kita semua baik staf desa maupun masyarakat Desa Tellulimpoe.
“Ini adalah buah dari kerja sama, kekompakan, dan semangat yang masih sangat kuat di tengah masyarakat kita,” ujar Aco sapaan akrab sang Kades.
Darwis juga mengajak seluruh warga untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan meningkatkan partisipasi dalam pembangunan desa. Dia menegaskan bahwa Pemerintah Desa Tellulimpoe akan terus berkomitmen untuk membangun desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Diketahui sebelumnya ada empat desa penerima penghargaan dari Kabupaten Soppeng yakni Desa Kebo, Kecamatan Lilirilau, sebagai Desa Terbaik dalam Penyelesaian Sengketa di Luar Pengadilan, berkat keberhasilan menyelesaikan konflik masyarakat melalui musyawarah dan pendekatan kearifan lokal.
Desa Belo, Kecamatan Ganra meraih penghargaan sebagai Desa Terbaik kategori Desa Berkontribusi dalam Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025 atas konsistensi, kelengkapan administrasi, serta partisipasi aktif dalam program penilaian desa.
Selain itu Desa Ganra, Kecamatan Ganra, dinobatkan sebagai Desa Terbaik dalam Program Digitalisasi Desa Tahun 2025 karena dinilai berhasil memanfaatkan teknologi informasi dalam pelayanan publik, pengelolaan administrasi, dan transparansi data desa.
Sementara Desa Tellulimpoe, Kecamatan Marioriawa, sebagai Desa Terbaik dalam Pengelolaan Perpustakaan Umum Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025, berkat pengelolaan perpustakaan desa yang aktif, inklusif, dan berkelanjutan dalam meningkatkan literasi masyarakat.(ono/D)





