MAKASSAR, BKM–Politisi Partai Demokrat Makassar, Tri Sulkarnain Ahmad, menegaskan komitmennya mendorong kembali program kantong air sebagai solusi jangka panjang menghadapi krisis air bersih di Kota Makassar. Program tersebut akan diperjuangkan agar masuk dalam APBD Pokok 2026.
Menurut Tri yang juga Anggota DPRD Makassar ini, persoalan air bersih kini menjadi salah satu keluhan utama warga di sejumlah kecamatan, terutama di wilayah Manggala, Tamalanrea, Biringkanaya, Rappocini, Panakkukang dan wilayah utara. Ia menilai, pembangunan kantong air atau embung kecil dapat menjadi alternatif cadangan pasokan air sekaligus membantu mengendalikan genangan saat musim hujan.
”Kantong air ini bukan sekadar proyek fisik, tapi kebutuhan dasar. Banyak warga yang kesulitan mendapatkan air bersih, dan ini tidak bisa terus dibiarkan. Bahkan warga dibawah ini berteriak dan begadang menunggu air mengalir, belum lagi warga saya di wilayah untia sana tidak ada sama sekali, air bor saja bisa menjangkau kedalaman 100 meter lebih,” ungkapnya, Senin (20/10).
Anggota Komisi A DPRD Makassar ini menyebut, program tersebut sempat dibahas dalam perencanaan tahun sebelumnya namun tertunda karena belum menjadi prioritas utama. Ia berharap, pemerintah kota bersama DPRD dapat mengalokasikan kembali anggarannya pada tahun mendatang. “Kami akan mengawal agar program ini benar-benar terealisasi di 2026. Masalah air tidak bisa ditunda lagi,” ucapnya.
Ia juga menambahkan, upaya penyediaan air bersih harus dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan PDAM, Dinas PU, serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Ia mengingatkan agar kebijakan air di Makassar ke depan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga antisipatif dan berkelanjutan.
”Kita bisa mengatasi secara tuntas, tapi bisa kita antisipasi dan lakukan beberapa solusi biar ini tidak berlarut-larut di rasakan warga mengenai air bersih. Apalagi ada yang tiap bulan beli air bersih 35 ribu untuk mencuci dan bersih-bersih,” tutur Anggota Fraksi Mulia DPRD Makassar ini. (ita/rif)





