PAREPARE, BKM — Penurunan debit air Sungai Karajae akibar musim kemarau berdampak pada terganggunya distribusi air bersih di sejumlah wilayah di Kota Parepare. PAM Tirta Karajae mencatat, debit air yang sebelumnya mencapai 140 liter per detik kini hanya mampu 80 liter per detik.
Direktur PAM Tirta Karajae, Firdaus Djollong meninjau langsung fasilitas intake di Salo Karajae baru-baru ini mengakui penurunan debit kemungkinan disebabkan perubahan arus air di bagian hulu Sungai Karajae. Akibatnya, salah satu pompa yang biasanya menyalurkan 60 liter per detik harus dinonaktifkan sementara.
“Debit air turun sangat signifikan. Ini menjadi pertanyaan besar bagi kami karena tahun lalu, meski musim kemarau panjang akibat El Nino, debit air masih bisa mencapai 140 hingga 180 liter per detik,” kata Firdaus kepada wartawan.
Firdaus memastikan, gangguan distribusi air bersih tak bisa dihindari. Diperkirakan sekitar 5.000 hingga 7.000 pelanggan terdampak kekurangan pasokan air.
Sebagai solusi jangka pendek, PAM Tirta Karajae mengerahkan armada mobil tangki untuk menyalurkan air bersih secara gratis. Distribusi dilakukan melalui kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).
“Distribusi melalui mobil tangki akan kami optimalkan sampai kondisi kembali normal,” ujarnya.
Firdaus juga mengimbau warga agar menghemat penggunaan air dan menyiapkan penampungan sementara selama musim kemarau ini masih berlangsung. (mup/D)










